Thursday, December 1, 2011

Love or Lust

(The Stupidity of Love Series)

End of November 2011

Congratulation Love!
You have changed me
from the good one to the bad one...
from a nun to a whore...
from an angel to an evil...

But, wait...!
Is it love? Is it really love happening now?
Or is it only lust...?
Isn't love beautiful...?
I do believe real love will never do me bad...
true love will always keep me nice like an angel....

So tell me, is it Love or Lust?

Thursday, November 25, 2010

Mistakes

(The Stupidity of Love Series)

November 22, 2010

I made it wrong!
I know…
I was wrong for listening people and never let myself listen to you first,
I was wrong that I’ve never dared myself to get to know you,
I was wrong for keeping my heart too safe and never risked it to be broken,
I was wrong for forcing the gentle seed of love I had, not to grow…,
and picked another seed to plant instead….
And now, I know that …
I am wrong, because…, after 13 years… I dare myself to face you, only to prove that I was not wrong all these years….
I know I am wrong because after 13 years, the covered seed has not yet died…,
It’s a surprise to know that it’s still in a great condition as 13 years ago.
But I know…, I am not allowed to grow it now…,
Meanwhile…, I have no courage to take it off from the soil of my heart….

Monday, November 22, 2010

The Equilibrium of My Heart

(The Stupidity of Love Series)

Sunday, 21 November 2010

Dear …,

I never invited you to come, nor asked you to leave
You are pleased to knock at my door and are free to go whenever you wish
I just want us to be good, but you make it complicated
What should I say?
Don’t play games with my heart
Because you don’t know how tough it is, and how hard it can be
For sure
Time will help me finding the equilibrium of my heart with or without your adjustment
Even if it will take another 13 years to go
Cause you and I know
It is not a computable general equilibrium….

Tuesday, April 7, 2009

First Experience in Bangkok, Thailand Part 3: Ayam Bangkok

Bangkok memang terkenal dengan ayamnya. Selain gajah, ayam adalah salah satu hewan mascot yang punya arti sendiri bagi orang Thailand. Ada dua jenis ayam yang terkenal di Thailand, yaitu Ayam dan “Ayam”. Ayam ditulis tanpa tanda petik menunjukkan bahwa dia memiliki arti harfiah sesungguhnya alias explicit meaning, sedangkan “Ayam” ditulis diantara tanda petik menunjukkan bahwa dia memiliki arti tersembunyi alias implicit. (Kok jadi pelajaran bahasa gini ya? Dasar guru!!! He he..;))

Ayam Bangkok terkenal besar dan biasa jadi menu istimewa di rumah2 makan. Patung-patung ayam juga banyak ditemui dibeberapa bangunan di Bangkok, dan lampu-lampu jalan pun berbentuk ayam yang di cat warna emas. Bedanya ayam di Bangkok dengan di Jakarta adalah ayam di Bangkok tuh jauh lebih rajin daripada ayam di Jakarta. Kalo di Jakarta ayam berkokok mendekati subuh sekitar pukul 4 pagi, ayam di Bangkok sudah mulai berkokok jam 2 pagi! Padahal selisih waktu antara antara Jakarta – Bangkok hampir tidak ada, paling juga cuma selisih 5 menit, itu juga kalo jam tangan gue tepat ??? Yang jelas, ayam yang berkokok jam 2 pagi ini adalah sebuah misteri yang harus dipecahkan (menurut gue! Kalo loe gak setuju ya gak apa2 kok. Gue gak marah, sumpah! Halaaahh……..) Dan herannya di siang hari sejauh mata memandang gue gak nemuin ada ayam berkeliaran.

Berbeda dengan ayam, “ayam” Bangkok justru sebaliknya. Jenis “ayam” ini bisa kamu jumpai di tiap sudut kota – di jalan-jalan, tempat makan, penginapan, pub2, yah pokoknya “ayam” gaul deh, gak cuma di pasar n di kandang doank.Loe juga bisa liat “ayam” ini sepanjang waktu – dari pagi sampai pagi lagi, walaupun memang akan banyak berkeliaran setelah jam lima sore sampai jam tujuh pagi. Memang jenis yang satu ini sangat produktif. Harganya pun bervariasi. Oh ya, "ayam" Bangkok juga sudah dikenal dunia loh!

Pernah ada pengalaman yang walaupun tidak mengagetkan, tapi cukup bikin gue n Tanti bengong soal “ayam” ini. Suatu sore saat cacing-cacing di dalam perut sudah berteriak minta makan, masuklah kita ke sebuah tempat makan – sebut aja café X – yang penuh dengan bule-bule gak jelas. Ada cowok2 bule yang bertelanjang dada, cewek2 bule dengan ketiak kemana2, asap rokok, bau bule gak mandi, yah pokoknya lengkap deh! Sebenarnya risih juga sih, tapi apa daya, kebutuhan perut lebih mendesak daripada mikirin risih gak risih. Singkatnya, datanglah seorang waiter perempuan berpakaian super seksi, menyapa dalam bahasa Thailand, yang ketika gue bilang mau pesan makan pake bahasa Inggris dia cuma bengong dan memanggil pelayan laki2…. (gak jelas kan?). Well, mungkin karena dia ngira kita (Tanti tepatnya) orang Thailand. Untuk hal yang satu ini memang dah kejadian beberapa kali, orang2 di sana ngira Tanti tuh Thai girl ;)
Oh ya lanjutin ceritanya ya…..! Keesokan harinya, di saat senja (ceila…, sore – sore maksudnya ;D), selesai mengikuti one-day tour, gue ma Tanti jalan-jalan menyusuri Khaosan Rd. yang super ramai dengan warung 2 tenda di kiri kanan jalan, pedagang souvenir, dan kerlip-kerlip lampu bar dan kios – kios yang menyatu dengan remang lampu jalan. Sore itu, bener2 hidup, rameee banget jalanan, pelancong bersliweran, music sepanjang jalan, dan teriakan bersahutan…. Loh, kok teriakan? Yup! Bukan teriakan minta tolong karena ada copet, bukan teriakan tukang obat, bukan pula teriakan memaki orang, tapi…. Teriakan genit dari para “ayam” yang berbaris di sepanjang jalan merayu para bule cowok (Oh My God!), mereka bener2 terbuka! Bukan cuma pakaiannya yg terbuka, tapi transaksinyapun sangat terbuka, sama sekali gak takut kalo ada kamtib yang beroperasi menciduk mereka. And you know what yang bikin gue terbengong2 adalah, diantara “ayam” itu ada seekor eh, sesosok yang gue kenal, gak lain dan gak bukan adalah waiter cewek berpakaian seksi yang kemarin gue temuin saat makan di café X! Saat itu gue ma Tanti cuma bisa ternganga dan berujar, "Ya' ampuun, itu kaaannn....." tanpa mampu menyelesaikan kalimat :0
Bersama “ayam” lainnya dia berdiri di pinggir jalan, berteriak genit menggoda para pelancong pria yang melintasi jalan, tapi…. tunggu……. kok bajunya sama dengan yang dia pake kemarin ya? Ntah apa karena itu seragam para “ayam”, atau karena dia punya baju itu selusin, atau karena dia gak sempat mandi dan ganti baju karena sibuk bertransaksi…. ( guess yourself!)

Satu hal yang gue syukuri adalah, selama di Bangkok gue berhasil melarang Tanti untuk memakai baju ketiak ato ber-mini skirt-ria, bahkan no high heel! Kalo nggak? Kebayang kan, dengan wajah thai- nya itu? Bukan cuma dia berisiko di tawar orang.., tapi juga gue berisiko dikira makelar “ayam”! Waah, apa gak gawat tuh?

Anyway, setelah riset beberapa hari di Bangkok ini, akhirnya gue berhasil memecahkan misteri ayam! Kalau di Jakarta ayam berkokok pukul 4 pagi, itu karena mereka mau ngebangunin kita untuk sholat subuh. Tapi di Bangkok ayam berkokok pukul 2 pagi, untuk memperingatkan para “ayam” bahwa waktu bertransaksi mereka hampir habis. Walaupun, masih banyak juga para “ayam” yang bangun kesiangan dan baru selesai bertransaksi pukul 7 pagi, walaupun sudah dibangunin oleh ayam. Huh! Dasar “Ayam”!

First Experience in Bangkok, Thailand (Seri Jalan – Jalan 1) Part 2: Sawasdee Smile Inn

Setelah berpegal-pegal di kursi yang sempit, berlapar-lapar cuma bisa beli doughnut n coffee, dan berlaba-laba dengan steward yang keren selama penerbangan, akhirnya kitapun mendarat di Suvarnabhumi yang keren. Suvarnabhumi ini memang keren loh! Setidaknya kalau dibandingin ma Soekarno-Hatta kita yang jadul dan gak terurus itu. Bandara ini termasuk masih baru (pertama kali beroperasi tahun 2007). Sebelumnya Bangkok juga punya bandara internasional. But, karena dah ketinggalan jaman, dibangunlah Suvarnabhumi sebagai bandara internasional utama. Dan kabarnya, Suvarnabhumi berambisi menjadi the world’s top ten airports in the year 2009! Wow! Seandainya saja Bandara Soekarno-Hatta kebanggaan kita itu dirawat dengan baik, dijaga kebersihan dan aromanya, dan di pel lantainya, pasti gak terlalu jauh ketinggalannya dibanding bandara negara tetangga (walau tetep aja ketinggalan dari segi teknologi;p)

Seharusnya, setibanya di Suvarnabhumi, akan ada mobil yang menunggu – menjemput kita menuju penginapan. Tapi apa daya, rencana tinggal rencana, gak tau salah siapa atau salah dimana. Pihak rental mobil menduga kita baru mendarat di Bangkok jam setengah dua belas malam, secara kita dah celingukan di bandara jam 10 pagi! Ha ha! Bingung gak sih? Setelah berdebat panjang lebar (namun tidak dikali tinggi, sehingga tidak diketahui volumenya, halaaahh…)lewat telpon dengan pihak rental, dan bersusah-susah mengerti bahasa Inggris – thailandnya yang rada-rada dodol, akhirnya kitapun menyewa mobil (lagi) menuju penginapan, dan tentu saja berharap 1000 bath yang dah gue transfer bisa kembali….

Sawasdee Smile Inn itulah nama penginapan yang gue n Tanti tinggali selama beberapa hari di Bangkok ini. Smile in yang gue temuin n booking via internet ini benar – benar made us NOT at all can smile!
Inn ini terletak di daerah Khaosan yang rada-rada ajaib (again!). Daerah Khaosan ini sepertinya memang daerah untuk para pelancong, terutama backpackers. Di sepanjang kiri-kanan jalan penuh dengan penginapan yang gak murah tapi murahan, tempat2 makan, pub, minimart, tenda2 jajanan pinggir jalan, ruko2 agen wisata dan perjalanan, money changer tiap 5 meter, kios barang bekas, penjual souvenir, dan sebagainya. Pokoknya surganya backpackers banget deh (but, sadly, not for us, although we are ones of the backpackers.)
Back to Smile Inn! Sesampainya di meja check-in (yang jauh dari bayangan), maksud hati gue mau complain kenapa bisa gak dijemput di bandara? Ternyata sang pengelola penginapan tidak tahu-menahu tentang reserved car, secara dia gak punya pelayanan itu. Usut-punya usut, ternyata uang yang gue transfer itu sebenarnya gue bayarkan kepihak ke-3. Pihak ke-3 inilah yang kemudian memesankan ke hotel2 dan rental2, so pantes aja kalo dia gak punya urusan ma derita gue!
Setelah gagal mem-protes, akhirnya gue dapet kunci untuk membuka kamar gue yang ternyata terletak di lantai TIGA! Dan jangan ngebayangin lift, untuk menuju lantai 3 gue harus naik tangga yang super sempit dengan koper yang berat (hik hik..).
Begitu pintu kamar terbuka, ternyata…., Oh My God! Kamarnya kecil banget, it’s so sempit, jauh banget dari yang gue liat via net (ya iyalah…,namanya juga iklan? Jangan pernah percaya gambar deh! You have to see the real one!) Kamar kos masih lebih baik dari ini, I guess, walaupun seumur hidup gue gak pernah nge-kos :p
Jangan juga ngebayangin ada layanan Welcome drink, karena didalam kamar aja gak disediain air minum (huh…). Untungnya ada toilet didalam kamar yang walaupun di cek, no toiletries supplied & no towel either.
Setelah kecewa dengan keadaan kamar, kami (gue n Tanti) baru aja mulai bersinar-sinar setelah melihat sebentuk kotak hitam kecil di atas meja sudut – yang kita duga pastinya adalah sebuah hasil karya bernama TV (duh lebaynya?! ;p). Dengan semangat perjuangan secepat kilat gue sambar remote control dan nyoba nyalain TV, tapi olala…., ternyata yang tampak hanyalah semut-semut hitam berbahasa planet! Alias gambarnya gak jelas, dan cuma stasiun lokal dengan bahasa Thailand yang tentu aja kita gak ngerti. Ha ha! Nasib …. Nasib….
Well, karena gak ada gunanya bersungut-sungut meratapi kamar yang ajaib ini, lebih baik memulai petualangan di Bangkok dengan berkeliling Khaosan, mengenal kota, mencari city tour dan merencanakan kegiatan hari esok….

By the way, masih ada lagi hal ajaib lainnya dari Sawasdee Smile Inn ini (memang liburan ini penuh dengan keajaiban :D).
Pesan makanan sesuai apa yang kamu suka dan mau? Itu sih biasa…. Tapi pernahkah kamu pesan makanan sesuai dengan apa yang pelayanmu mau bikin untukmu? Aneh? Yup! Itulah (again) hal ajaib yang terjadi padaku. Berawal suatu pagi, gue n Tanti berencana mengikuti city tour. Rencana kami akan di jemput pihak tour pukul 06.30. So, pukul 06.00 pagi kami pun sudah siap untuk menukarkan kupon sarapan dengan sepiring pancake hangat (setidaknya begitulah yang ada dibayangan gue saat itu…). Setelah menunggu lama, akhirnya datanglah seorang pelayan super jutek menghampiri meja dan terlihat ogah ngelayanin, katanya sih.., kita kepagian! Padahal sehari sebelumnya kita sarapan di jam yang sama dan pelayannya gak complain tuh? Dan secara gue ma Tanti bukan cuma satu-satunya (eh salah, dua-duanya)tamu yang mau sarapan gitu loh! Well, seperti yang kamu bisa tebak, saat gue mau pesan pancake, dia nolak, katanya gak bisa bikinnya. What?! Akhirnya gue tunjuk menu yang lain, eh – again – dia bilang gak bisa, katanya bikinnya repot?? Emosi jiwa gak sih loe?! Tapi demi menjaga mood gue hari itu, gue pun cuma bisa menarik napas panjang dan bertanya, “So, what can you make?” dan dia nunjuk gambar menu yang terdiri dari roti tawar, telur mata sapi dan seiris daging asap. Well, akhirnya gue setuju, tapi tanpa daging! Secara ditempat kayak gini, gue harus extra curiga ma daging-dagingan, salah-salah gue bisa makan daging babi or daging anjing…hiiii… serem!

Sambil menunggu sarapan datang, tiba2 aja gue mau pipis ;p setelah celingak-celinguk akhirnya gue liat ada toilet di pojokan lobby. Segeralah gue menyerbu masuk ke dalam toilet, tapi Oh My God (again) baru satu kaki masuk ke dalam toilet, seluruh indra gue segera menolak untuk masuk dan mendorong sebelah kaki yang dah terlanjur masuk untuk segera keluar. It was the worst toilet I’ve ever seen. Baunya… ampuuuunnnn…, gak kebayang deh. Tissue dengan kotoran manusia berserakan dimana-mana. Very disgusting! Lari ke kamar di lantai tiga rela gue lakuin demi toilet! Oh toilet………

Setelah lega, melepaskan hasrat di toilet (hi hi..), gue pun kembali turun ke ruang makan dilantai dasar tepatnya di teras penginapan. Akhirnya sarapanpun datang, tapi oow! Kok ada dagingnya?! Ya ampyuun tuh orang, ngerti gak sih gue bilang gak pake daging?! Bener-bener nge-betein kan? Dan baru aja gue mau makan telur (tanpa menyentuh dagingnya), tiba-tiba aja ada bau gak enak menghampiri hidung. Ternyata dipinggir jalan di sisi teras tempat penginapan, ada seekor anjing jalanan buang hajat. Hilang sudah selera makan gue. Siapa yang selera makan bercampur bau tahi anjing. Hueek! Kalo udah begini, mau sekeras apapun usaha gue buat jaga mood, will not work. Hancur udah mood gue hari ini. Not at all can smile! Maybe they must change the name: Sawasdee Annoy Inn.

Monday, April 6, 2009

First Experience in Bangkok, Thailand (Seri Jalan – Jalan 1) Part 1: Tips on Vacation

July, 2008
Horeeeeeeeeee!!!!!!!! Akhirnya liburan datang juga! Liburan emang kata yang paling banyak disuka orang, gak tua – gak muda, pasti suka denger yang namanya liburan. Betul? Terutama almost 30 yang dah pada bête setahun menjalani rutinitas yang rada-rada gimanaa… gitu… :p Tapi mungkin cuma gue aja yang gak suka ma kata ‘liburan’, karena menurut gue ‘liburan’ tuh berarti libur bo’ongan; seperti kata-kata lain yang memiliki akhiran –an, contoh ‘mainan’, ‘orang-orangan’, ‘kuda-kudaan’, dokter-dokteran’, mobil-mobilan’, semuanya bo’ong-bo’ongan kan? :D
Jadi gue lebih suka menyebutnya ‘libur’ atau ‘libur beneran’, daripada ‘liburan’ alias ‘libur bo’ongan’ :)

Seperti biasa, libur – bukan liburan – identik dengan yang namanya jalan2. Dan gue seneng banget karena kali ini, setelah menabung bertahun2 lamanya, setelah mengencangkan ikat pinggang sekian lama tanpa mampu mencegah laju populasi dalam lemari pakaian ;) , akhirnya kita bisa jalan2 yang agak jauhan. Mau kemana kita? Ke gunung tinggi! (diucapkan ala Dora the adventure yak!)

Tujuan Utama kita kali ini adalah ke Bangkok, Thailand. Tapi sayangnya gue cuma bisa berangkat berdua ma Tanti :(, karena Ivon ternyata punya tujuan yang lebih jauh dari kita: Mecca! Alias ber – umroh – ria! (Lucky you, girl!). Sedang yang lain, well, Wita sedang hamil gede, so doi memilih mengalokasikan tabungannya untuk biaya persalinan donk! Sedang Eva? Emmm, sepertinya dia memilih untuk menyimpan tabungannya untuk modal menikah, entah kapan pastinya – yang penting persiapannya kan? So, biarlah mereka dengan rencana dan aktifitasnya masing2.

Anyway, setelah pengalaman kemarin ada banyak hal yang perlu dicatat dan gak akan dilupa loh! Diantaranya yaitu, “Do not ‘DUGEM’ less than 3 days before you have a vacation”! Why? Cause it’s gonna be a mess! Trust me! It’s a mess! Apalagi setelah a heavy ‘dugem’ masih ditambah dengan another heavy activity atau extra work or whatever it is. It won’t be good! Totally!
That’s what happened to me. Setelah ‘sexy-naughty bithcy night’ yang super heboh itu; early in the morning – secepat mata terbuka dan tubuh bisa di ajak kompromi, saat semua masih terlelap dalam mimpi panjang, gue sudah meluncur menuju area elite Jakarta – Menteng. Not to have another party, tapi untuk mengurus sunatan massal! I know you will laugh, or it sounds kinda weird, but it’s true! Well, hidup balance itu perlu kan? Cari materi, penting! Amal juga harus kan? Party is fun! Akhirat juga harus dipikirin kan? Ha ha! It really sounds weird now!??? – But, it’s true anyway, ada seorang kaya (kaya harta dan kaya hati tentunya) yang menyelenggarakan sunatan massal, dan diriku diminta membantu dalam kepanitiaan. So, meluncurlah diriku di pagi buta from bogor to menteng, from party to charity…….!!!
Well, singkatnya setelah kedua aktifitas berat diatas, badan gue sakit2 n buang2 air (gak apa2lah, dari pada buang2 uang kan, boros banget, tul gak?). So, it really was a mess early in the morning. Segala macam obat, dan daya upaya sudah dilakukan untuk menghalau itu semua. Bener-bener gak lagi-lagi deh. Tapi dah untung gue cuma masuk angin, daripada masuk STPDN? Bisa dipukulin kan? Ato masuk Koran? Bisa ngetop tuh…. ;p

Catatan ke-dua: Estimasi waktu harus ok.
Jangan sampe telat dan terbirit-birit ke airport, karena akan nyiksa diri sendiri berlari2 dari loket satu ke loket lain untuk urusan fiscal dan imigrasi. Tapi juga jangan sampe karena terlalu bersemangatnya, jadi kepagian! Dan itulah yang terjadi pada diriku. Dan percayalah, terbirit-birit lebih menegangkan dari pada menunggu (ya iyalah…, masa ya IAIN? IAIN kan sekarang dah jadi UIN? Halah…., pake dibahas segala! :p).

Catatan ke-tiga: Beware of TKW! (ups! Keterlaluan gak sih?)
Tapi emang kelakuan TKW tuh kadang aneh bin ajaib n bikin kita takjub bin terkejut, plus berakhir dengan dongkol….
Gimana gak dongkol coba? Saat kebelet datang menghampiri, dengan setengah hati pergilah diriku memenuhi kebutuhan hidup di toilet bandara yang kotor dan beraroma ajaib (btw, bandara international kok jorok ya? Apa kata dunia??). Saat sedang ngaca (alias bercermin bahasa Indonesianya), dan mengeringkan tangan dengan tissue yang gue bawa sendiri (gak ada tissue di toilet bo’!) datanglah seorang TKW yang gak kalah ajaibnya sama toilet bandara ini. Tiba2 aja tuh makhluk dah diri disamping gue, plus ngambil tissue gue tanpa permisi, tanpa basa-basi minta tissue, tanpa terima kasih…. X( karena ngerasa ajaib, gue tegur deh, “ini tissue saya loh, mbak!” tau gak dia jawab apa? “Oh, iya….” (heh? Gitu doang? Super datar, tanpa rasa risih, apalagi bersalah!)
Gak lama kemudian, dengan sok ramahnya (sambil satu tangannya menyambar tissue gue lagi!!!), dia bilang, “mbak mau ke Saudi juga ya? Saya mau ke Saudi nih…” Dasar DODOL!!! Loe kira tampang gue kayak TKW? Gimana gak dongkol coba gue? Belum pernah keselek tongkol kali tuh orang!!!

Catatan ke-empat: Jangan percaya papan display, pake insting!
Ketahuilah bahwa datang kepagian tidak menjamin kalian tidak terbirit-birit. Yup! Setelah dua jam menunggu dengan betenya – dan sudah mati gaya pula, papan display elektronik di depan pintu masuk tidak juga menunjukkan tanda2 bahwa meja check-in penerbangan Jakarta – Bangkok telah dibuka. Setelah 30menit sebelum pesawat lepas landas, check-in desk belum juga dibuka, instingpun mengatakan pasti ada yang gak beres ma ni papan pengumuman. Bener aja, begitu kita masuk dan menuju check-in desk, ternyata petugasnya malah cemberut ma kita dan bilang bahwa 10 menit lagi check in desk ditutup. What?! Dan setelah itu? Bisa ditebak, kitapun terbirit-birit menuju meja pembayaran fiskal yang ternyata antriannya bo’? gak nahan, belum lagi mengisi form imigrasi dan terengah-engah menuju boarding gate, dan berhasil masuk badan pesawat tepat sebelum sang pramugari menutup pintu pesawat satu meter dibelakang punggung gue, plus disambut dengan ‘senyuman’ sebel para penumpang lain. Ha ha! Tapi seperti yang dan gue bilang sebelumnya terbirit2 memang jauh lebih menegangkan daripada menunggu :p

Catatan ke-lima: Kualitas itu memang mahal!
Mau bayar murah meriah? Jangan ngarep service ok atau dapet kenyamanan selama perjalanan. Dan itulah yang akan kalian dapatkan kalo terbang bersama Air Asia! Ha ha! Mulai dari petugas check-in yang jutek, kursi sempit seperti di metro mini, sampe kelaperan selama penerbangan. Jangan ngarep dikasih cemilan ato sekadar air putih ya! You have to pay a lot for a piece of doughnut. Dan satu lagi, jangan coba2 protes dengan harga makanan mereka yang mahal, apalagi pake ngebandingin ma harga di warung tetangga. Hanya ada satu jawaban untuk itu, “Kalo gak mau, beli aja dibawah!” So, buat kamu yang bawa parasut silakan terjun bebas untuk ngopi…. He he ! But anyway, ada satu yang bikin seger di Air Asia: A handsome Steward yang tersenyum dan ngedipin satu matanya ke arah gue. (Ha ha! Ngelaba aja loe!) Btw, gimana kalo ngedipin dua mata ya? (itu mah belekan kali? Halah dibahas segala, gak pentiiiinggg…!)

To be Continued…

Thursday, November 20, 2008

Sexy Naughty Bithcy

Wuih, dari judulnya aja dah kebayang donk gimana serunya pengalaman almost 30++ kali ini. Kenapa gw sebut almost 30++ (seperti tariff makan di resto all you can eat, Rp. 80.000 ++), karena cerita ini gak cuma kita2 aja yang ngalamin (baca: tokoh yang sering muncul di cerita gw), tapi juga “Friends of Ours!”
Sexy – Naughty Bithcy adalah tema yang kita usung untuk acara pesta dugem taunan selepas tahun ajaran. Bukan cuma rapat aja yang bisa tahunan, dugem juga bisa kan? Well, sebenarnya gak bener2 tiap tahun sih kita bikin acara ini, tapi gak usah di bahas lah ya…, gak penting kan? Oya, acara ini sebenarnya sekaligus farewell party untuk “Friends of Ours” yang mau chao alias gak lanjut lagi di SMP MERDEKA.

Tersebutlah seorang cewek gokil bernama Angie yang secara dadakan, demi berlangsungnya acaranya ini, mendirikan E.O. bernama Vingie Wild Entertainment. Kata Vingie sendiri (menurut yang punya E.O.) berarti Virgin Angie. Mungkin maksudnya untuk menegaskan bahwa dia masih virgin, walaupun gak ada satupun dari kita yang percaya, dan andaikan percayapun gak ada pentingnya juga buat dibahas. Wild alias liar mencerminkan kelakuannya yang emang tanpa di duga “rada2 liar”. Dan entertainment, tentu saja maksudnya untuk menghibur, walau dampak akhir pada tiap peserta itu relative. Ada yang beneran terhibur, ada yang tersiksa akibat “bully”annya yang wild itu, sampe ada yang jatuh sakit. But, since we had no choice, akhirnya dengan berat hati namun ringan langkah, kita relakanlah acara ini untuk diurus oleh Angie + Ivon untuk membantunya.

Kalo kamu mengira keikutsertaan Ivon untuk mengurangi keliarannya / kegilaan Angie, kamu salah! Karena justru keliarannya itu menyebar dan merasuk ke dalam diri Ivon, sehingga membangunkan keliaran dalam diri Ivon yang telah lama terpendam. Satu kegilaan, bisa diredam. Dua kegilaan? Jangan heran kalo akan menimbulkan ledakan kegilaan yang gak pernah terbayangkan sebelumnya. ;)

Singkat cerita, Sabtu sore kami berkumpul di rumah Naning, salah satu “Friends of Ours” yang mau chao alias bye – bye. Setelah bercipika-cipiki, berhaha-hihi, dan icip sana – icip sini, the real party began!

Sesuai dengan tema, kitapun dah siap dengan dress code yang sesuai. Yup! Dress code bo! Kebayang kan gimana dress codenya supposed to be?
Acara dandan dan berubah wujudpun di mulai!

Seberapa hebohnya? Tak terbayangkan!

Pertama2 bayangkanlah Ivon dan Angie yang berjilbab panjang. (Oya, for your information, Angie yang liar itu topeng luarnya adalah “Akhwat berjilbab panjang” bo’). Next, bayangkan Wita yang sedang hamil besar, dengan perut yang super gede dan bokong yang sama besarnya dengan perut ;p. Next, ada Eva dan Tia yang konservatif (Tia juga salah satu friends of ours kita yang mau chao!). Lantas ada Evi dan Naning, dua ibu2 gaul yang bertampang motherish. The last bayangin gw donk? Bisa kan ngebayangin penampilan gw sehari2? Gimana dengan Tanti? Kalo dia sih gak perlu dibayangin, karena gak akan ada banyak perubahan yang terjadi setelah proses make over kita selesai. (Tau kan maksud gw?)Ups! Hampir aja kelupaan, ada satu orang participant istimewa lainnya yang ikutan, seorang gadis lugu (lutung gunung) yang dari luar terlihat super kalem (kayak lembu), tapi ternyata aslinya…. Super jayuz, garing, dan gosong! Nila: That’s her name!

Tahap kedua, bayangkanlah Wonder Woman. Tau kan Wonder Woman? Pernah nonton kan? Kalo gak tau, hidup dijaman apa loe? He he he….

Tahap ketiga, tahu bagaimana Wonder Woman berubah bentuk?
Benar! Kalau wanita cantik di film itu perlu berputar tiga kali untuk berubah menjadi Wonder Woman, maka kitapun perlu berlompat-lompat dan berguling-guling tiga kali, hingga akhirnya berubah menjadi….
Sexy-Naughty Bithchy!!! ;p
Seberapa besar perubahannya? Ya …, sebesar perubahan Wonder Woman yang sexy itu lah….! Hanya…, tentu aja kita gak akan se-sexy dia, walau sudah lebih bithcy dari dia… Ha ha! Mana ada wanita hamil yang sexy? Atau ibu2 -yang dah pernah ngelahirin- sexy, selain J.Lo atau artis TOB? Well, tapi ukuran sexy itu kan relative, kita bisa aja gak sexy, tapi selama kita merasa sexy…, everything will be allright, right??? ;p
Karena emang itulah yang terpenting… apa yang kita rasa! Walau kita gak kaya raya, selama kita merasa kaya, hidup tetap akan senang kok. Walau kita gak cantik, selama kita merasa cantik, kita pasti PD and tetap narsis. Dan akhirnya…, selulit dan stretch mark tak akan berarti selama kita merasa sexy!
[Setuju kan…? ;D]

Well, what happened next?
Acara pertama kita adalah ber-games ria. Games pertama adalah “Dandan”. Setelah kita berubah wujud, gak puas kalo gak didukung dengan dandanan dan make-up yang heboh kan? Jadilah kita berlomba-lomba bermake-up ria dan memakai asesoris seheboh mungkin. Siapa yang paling bitchy, dialah yang menang! :D) Pokoknya seru-seruan deh, dandanan kita juga harus bertema loh, dan gak lupa kita juga mempresentasikan tema dandanan kita itu. Dasar guru yah, gak jauh2 dari presentasi! Dan memang hasilnya sungguh mencengangkan; mulai dari bitchy Las Vegas sampai banci Taman Lawang. (Ha ha! Kalo yang terakhir tau kan yang gue maksud??)

Acara kedua kita ber-“have fun go mad”, with music. Emang acara apapun gak pernah ramai tanpa music, maka jadilah kita menyulap rumah Naning jadi discotheque. Justin Timberlake, Britney Spear, Christina Aguilera pun bergabung menyemarakan malam. Ngebor Inul, goyang patah-patah, goyang gergaji, kampak, palu, paku dan alat pertukangan lainnyapun memanaskan suasana (ceila.., panas? Kompor kaleee??)

Cape bergoyang ria? Selanjutnya adakah bergokil ria di kolam renang! Mulai dari sambil menyelam niup balon, sampai save the spiderman! (for those who don’t know, spiderman itu adalah pelampung alias balon plastic berbentuk spiderman. Dan dengan cara yang gokil, dan rules tertentu kita harus ‘save the spiderman’, membawanya dari tepi kolam ke sebarang tepi yang lain. Intinya adalah emang cuma makhluk2 gokil yang mau nyebur kolam ditengah malam….. (btw, to almost 30++, ngerasa gak sih loe kalo saat itu emang gokil banget??? ;D)

Setelah mandi bersama dan makan, dugem tahap dua pun berlanjut… (Ups! Apa? Makan?..... Yup! Bener kok makan! Kali ini emang kita semua harus melanggar program diet untuk tidak makan malam, apalagi tengah malam…! Tapi gimana lagi? Daripada masuk angin, kan mendingan masuk TV? Eh, salah maksudnya… mendingan makan yang kenyang dong? Toh, selanjutnya kita juga akan berjingrak-jingkrak membakar kalori sampai pagi kan? :p Walau ukuran pelanggaran yang dibuat berbeda tentu aja…. Untuk gue, Ivon, Angie…. Kita termasuk pelanggar tingkat tinggi karena emang pada dasarnya kita berprinsip “Diet? Go to hell!” He he….! Tapi untuk Wita and Tanti…., Wow! Mereka memang pen-diet teladan, yang sudah cukup merasa melakukan pelanggaran berat hanya dengan mencomot secuil ayam goreng dari piring Ivon. Ha ha! )

Malam pun berlanjut…, pagi menjelang…, gue gak tau kapan pastinya “have fun go mad” itu berakhir. Mungkin saat mata gak lagi bisa terbuka, saat kaki sudah gak kuat lagi jingkrak2, saat suara gak kuat lagi bernyanyi, saat otak sudah gak bisa lagi kompromi dan memerintahkan seluruh sel tubuh untuk tidur…, maka tertidurlah kita semua…………. (Yang jelas, untung saja sebelum para tetangga berdatangan untuk protes oleh kebisingan yang kita buat, dan sebelum satpam menggedor pintu untuk razia… Ha ha!)

Well, it’s really truly crazy that night. But I will miss it. Especially when some of those are no longer here…. near us…! Good bye my friends…., wish you all the happiness. We will find some ways to gather again one day, although it’s gonna be difficult, especially for one who has flown to Germany. So Long!

(ps. I can’t write the details of every part regarding to privacies)

Tuesday, November 4, 2008

Intermezzo

Voila! Dah lama banget ya gak nulis cerita2 di blog ini. Sebenarnya ada banyak banget yang bisa gue ceritain tentang almost 30. Pokoknya bener2 penuh warna. Tiap hari ada aja hal lucu, konyol, seru, sedih, dll dsb dkk yang bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. But, sayangnya, susah banget untuk bisa dapat waktu luang yang enak buat nulis. So, sebagai gantinya, untuk sementara ini gue kasih intermezzo aja ya...., biar kalian juga agak penasaran dengan cerita almost 30 selanjutnya kan? ;D

Well, berhubung gue guru bahasa (gak tau nyambung apa nggak, disambungin aja ..), maka intermezzo kali ini ada hubungannya dengan bahasa. Bukan bahasa inggris, perancis, atau itali, tapi malaysia. Yup, gue mau berbagi sedikit expresi dalam bahasa malaysia yang mungkin (atau benar ;)) terdengar lucu aja ditelinga kita. Baca, simak, dan bersiap2 ketawa, nyengir, cemberut, atau sign out sekalian kalau ternyata jayuz atau basi - alias dah pernah denger ;p

INDONESIA : Toilet
MALAYSIA : Bilik Termenung
(mungkin orang malay dah melakukan riset sebelumnya, ternyata yang membuat orang berlama2 di toilet itu ya karena termenung; atau tempat paling enak untuk termenung itu ya di toilet. He he..., emang seh... tapi apa cuma di toilet..??? Bisa aja kan lama di toilet, karena WC nya mampet? halah... gak usah dibahas lah... ;p)

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa
(Gak tau apakah memang sebegitu bersihnya kementrian agama di malaysia hingga bisa di katakan tak berdosa, atau cuma harapan mereka aja?? Tapi yang jelas, fakta menunjukkan kementrian agama di indonesia adalah kementrian yang paling banyak dosa dan korupsi..., setuju?)

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi
(Kalo yang ini gue gak tau mesti ngomentarin apa. mungkin memang tentara di malaysia cuma diajarin baris berbaris jalan ditempat doang alias hentak-hentak bumi. :D)

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin
(ups..., antangin pasti jadi obat resmi dan wajib di angkatan udara malaysia, karena membuat 'bablas angine'! Ha ha ! )

INDONESIA : Pasukan bubar jalan !!!
MALAYSIA : Pasukan cerai berai !!!
(ternyata bukan celebriti aja yang cerai berai..., pasukan juga toh?? hua ha ha !)

INDONESIA : Merayap / tiarap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi
(eyuw.. eyuw! dokter Naek L Tobing pasti laris kalo buka praktek disana, karena banyak yang kelainan seksual. ih.... gak ada kata lain apa...? )

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki
(he.. he... padahal ada yang suka sama suka tuh. Gimana kalo 'hospital akibat ulah perempuan'? ;p)

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit
(kasian..., pasti signalnya jelek, jadi bunyinya bim..bit..bim..bit...bim..bit....)

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut (hayahhhh...., monyet kali bergayut :P)

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan
(ini cuma terjadi kalau kamu gak baca perintah dengan benar, dan gak bisa bedain kanan dan kiri. Jadi pusing deh...., nyasar-nyasar loe!)

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam
(masih nyambung lah...selama tidak jadi cucuk hidung kerbau ;p)

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
(setengahnya lagi dikemanain?)

INDONESIA : gratis ngobrol 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit
(Gue setuju nih! Dimana2 membual itu memang percuma! Dan cuma orang yang suka membual yang ngobrol lama-lama. Betul??)

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh
(gak boleh, apa gak bisa? beda loh! yang bener dong... tak boleh artinya bisa, cuma kau pelit. Tapi kalau tak bisa..., ya... mau bagaimana lagi?? (apa coba??))

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas
(pesawat itu lepas tandas.... (eh salah, maksudnya lepas landas...)

INDONESIA : Satpam
MALAYSIA : Penunggu Maling
(maling kok ditunggu? pake janjian pula? terlalu....! )

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau
(hiyaaaaaaa. .. gak nyambung)

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar
(Oh mai gosh..!! memang sih 'rata' sama 'datar' itu mirip; tapi gak sesuai konteks kalee...??)

INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan
(kali ini harus sedia bodrex atau panadol sepertinya... ;D)

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar
(Hua ha ha...! siapa yang mau dibilang comel?? Bawel kaleee! Btw, itu bukannya nama ikan ya? Ikan Bawel ;D))

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan negara
(Kalau yang ini gue setuju, men..., walau di indonesia pejabat gak bener2 jadi kaki tangan negara. Menyedihkan...)

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk
(numbuk apa? numbuk tomat? 'cabe deeeh...!' ah gak tau deh....)

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan
(mungkin dari kata perogohan. Entah apa yang dirogoh... heu.. heu.... ;))

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku
(hua ha ha ha ha ...! speechless deh gue..)

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang
(MAKSUD LOE??? Bisa salah arti bgt neh... vulgar)

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang
(eyuw..eyuw...! What do you think guys?)

INDONESIA : ONANI
MALAYSIA : Tarik - Dorong Kelamin
(sekali lagi ini menunjukkan kalau orang malaysia telah melakukan riset dan observasi terlebih dahulu... hua ha ha :D)

INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam
(masih nyambung lah.. kita juga suka bilang ato denger air suam2 kuku kan?)

INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan
(ini juga masih nyambung. ada beberapa orang daerah kita yang pake kata ini.

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam
(nah kalo ini, gue gak tau maksudnya apa??? ada yang tau???)

INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut
(setau gue kasut tuh tempat tidur, bukan? gue sih tidur diatas kasut, loe dimana? dinamo? ato dinamit? halaah...)

INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar
(Mungkin ini merupakan perpaduan antara bahasa inggris dan indonesia. Di bahasa inggris diambil dari kata TYRE. Di indonesia diambil dari judul novel terkenal 'Tayar Terkembang' karya S. Takdir Alisyabana. ;0)

INDONESIA : remote (remot)
MALAYSIA : kawalan jauh
(heh???)

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk
(baiklah...ya.. ya.... ya... Mungkin volt nya kecil, jadi cuma sejuk aja, gak dingin ;))

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual
(ada yang suka chatting? ketahuilah, kalian adalah pembual! :p)

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat
(talipon bimbit ku tak sihat nih... (hp gue rusak) Hua ha ha!)

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar
(awas kena razia petugas..., jangan jadi bandar deh, jadi ustad aja..)

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal
(he he he..., polos banget sih loe...)

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan
(masuk akal lah....)

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok
(eyuw..., again.., vulgar...! gak jelas)

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang
(jangan jangan bintang film, disebutnya bintang wayang lagi... hiyaaaaaaaaaaa....)

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila
(Menurut gue, keduanya sama2 gak masuk akal. Kalau di indonesia banyak rumah yang sakit jiwa; di malaysia banyak gubuk yang gila! Ha ha! )

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila
(Nah, kalau yang ini baru aneh. Gak tau yang gila pasien apa dokternya ya? )

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah
(What's the maksud?? bye...bye..., see you...! Hua ha ha...)

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan
(setahu gue kalau kita cemas, justru gak bisa keluar kan? jadi sebaiknya tetap tenang...)

INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus
(emang dibungkus sih... tapi..., kok jadi gak serem ya?? jangan2 suster ngesot jadi suster merayap atau suster bersetubuh bumi? he he he...)

INDONESIA: penghapus
MALAYSIA: pemadam
(agak terdengar exaggerate gak sih? kalau gue mau pinjam penghapus, jadi 'pinjam pemadam donk?' kebakaran kali..... ;D)

INDONESIA: veteran
MALAYSIA: laskar tak beguna
(gue yakin veteran kita pasti bakalan marah dan sakit hati banget dibilang laskar tak berguna... 'cek cek cek...., sakit hati aku!' (kata veteran))

Well, kayaknya cukup segitu aja dulu kali yee..., buat yang dah ngompol karena geli, cepetan ke bilik termenung deh...! ;))

Tuesday, June 3, 2008

Hati yang Lelah

Habis gelap terbitlah terang! Judul buku R.A. Kartini ini ternyata tidak hanya cocok untuk menggambarkan pemikiran-pemikirannya yang berkaitan dengan emansipasi wanita dan masalah pendidikan serta kesetaraan gender pada masa itu; tapi ternyata juga cocok bagi para wanita (seperti kita – kita gini loh!) dalam pencarian cinta sejati. Gw juga gak tau teori sebenarnya, ato apakah sudah ada research tentang hal ini ato belum, sebelumnya. Tapi mungkin emang bener adanya, kalo kita (terkadang) memang harus menembus kegelapan dan kebutaan sebelum akhirnya mendapatkan terang cinta ….

Nggak percaya? Well, boleh – boleh aja…. Tapi coba liat kasus Nia, dia harus menembus kegelapan dan kebutaan selama 3 tahun [bayangkan 3 tahun!!!] dalam hubungan tanpa status dengan cowok beristri yang udah jelas – jelas buaya, sebelum akhirnya menemukan pendamping hidup sejati. Liat juga jalan cintanya Wita yang berliku-liku dengan lebih dari 10 cowok [bayangkan 10 cowok!!!] berkeliaran dalam hidupnya, dia juga sempat dibutakan dengan rayuan dan kata2 manis cowok2 gombal sebelum akhirnya menentukan Sang Kumbang Pilihan – Mr. Sporty. Dan nggak jauh beda juga dengan apa yang terjadi dengan Tanti. Loh kok Tanti?

Yup! Akhirnya setelah dia menutup mata dan telinga tentang kredibilitas Mr. IT, setelah dia sama sekali cuek dengan proses pendekatannya Mr. IT yang menebar jala dan umpan untuk mendapatkan perhatian banyak gadis – termasuk teman baiknya sendiri, setelah dia mengganggap Mr. IT is innocent, setelah dia memberanikan diri memberi kesempatan dan lembaran baru untuk sang kekasih, dan setelah beberapa bulan berlalu…., cahaya terang itupun akhirnya tampak… menyeruak, menerangi sisi gelap hati yang selama ini menutup diri.

Wanita mana yang tidak merasa digombali kalo baru seminggu kenal dah bilang cinta? Kalo sebelumnya dah saling kenal ato temenan, mungkin bisa dimaklumi, tapi kalo bener-bener baru kenal? Please deh! Masuk akal kalo bilang suka ato terpesona, tapi kalo cinta? That fast? No way!

Wanita mana yang tidak merasa jengah baru dua minggu kenal dah di ajak nikah? Di saat hati belum tentu yakin dengan rasa yang di punya. Kalo dia itu ikhwan ato cowok sholeh yang memang berprinsip tidak mau pacaran, bisa dimaklumi. Tapi kalo jelas2 latar belakangnya meragukan seperti Mr. IT ini? Cuma wanita bodoh yang langsung bilang ‘iya’! Kalo proposal menikah itu dibicarakan baik2 dengan serius, mungkin juga masih masuk akal, tapi kalo ngajak nikah seperti ngajak orang jalan ke mall yang cuma lewat sms, siapa yang mau percaya?

Wanita mana yang tidak muak dikirimi kata manis yang gombal berkali2? Kalo cuma sesekali, mungkin akan terasa indah, tapi kalo setiap hari dan sehari bisa 10 – 20 kali? Apa nggak mabok? Kok, dia nggak bisa mikir ya kalo terlalu banyak justru akan mengurangi makna dari kata2 tersebut….. justru akan membuat kata2 yang seharusnya terasa indah menjadi hambar…. Apalagi mereka kan bukan ABG lagi yang masih norak ngumbar kata2 gombal? Asal loe tau aja ya, Mr. IT tuh udah 34 taon loh! [Bayangkan 34 taon!]

Wanita mana yang nggak bete kalo cowoknya nuntut perhatian super, minta di telponin or di sms tiap saat minimal sehari tiga kali, dan siapa juga yang nggak bete kalo kita telat ngebales sms dia akan ngirim sms yang sama berkali2 ato ngira kita lagi marah ato nganggep kita nggak serius ma dia? Bete banget kan?
Kita kan punya kerjaan, dan kerjaan kita itu banyak, bukan cuma ngetik balesan sms dia doank kan? Apalagi kalo dia ngambek dan ngira yang bukan2 saat dia minta ketemu kita tapi kitanya nolak karena emang bener2 ada hal yang lebih penting untuk dilakukan daripada ngadepin kegombalan dia. Super bete!

Wanita mana yang nggak cape kalo stiap ngomong nggak pernah didengerin baik2 tapi dituntut untuk selalu mendengar, yang akhirnya cuma muncul salah paham dan pertengkaran karena ketidak mampuannya untuk mendengar. Cape nggak sih, di saat kita merasa dia tidak bisa mengerti kita tapi justru malah sebaliknya dia menuduh kita tidak mau mengerti dia?

Tersinggungkah kamu kalo dikejar-kejar cowok untuk menikah hanya karena udah dikejar umur? Hanya untuk memenuhi target hidupnya untuk ‘sudah menikah’ saat usia 35 taon? Tanpa mempertimbangkan apakah kamu sudah siap apa belum, tanpa mau tahu seberapa dalam perasaanmu kepada dia sebenarnya…. Padahal di sisi lain dia tidak pernah menunjukkan keseriusannya lebih dari kata2…. Nggak pernah tuh Mr. IT melakukan pendekatan pada orangtua Tanti, ngajak mereka ngobrol saat bertandang ke rumah, apalagi minta ijin bokapnya Tanti untuk menjalin hubungan dengan anaknya. Kalo sudah seperti ini, siapa yang mau percaya walo dia dah teriak2 ribuan kali and begging kita untuk nikah dengannya?

Dan akhirnya…, sakit hatikah kamu jika kamu sudah memaafkan dan memberikan kesempatan dan lembaran baru pada cowok brengsek yang kamu sayangi itu, namun pada akhirnya tidak bisa dia jaga? Sakitkah kamu saat kamu tau dia – yang teriak2 minta kawin cepet2 – masih juga mencuri2 kesempatan untuk mendekati teman baikmu?

Lelahkah hatimu menghadapi cowok yang minta kita untuk serius tapi dia tak bisa serius? Yang minta kita untuk mendengar tapi menyediakan tembok untuk mendengarkan kita… yang minta perhatian tanpa mau memperhatikan kita… yang minta kita untuk berkomitmen tanpa dia bisa berkomitmen… yang mengumbar kata cinta tanpa rasa dan tau makna …. Yang ingin menikahi kita hanya untuk kepentingan konyolnya tanpa tau arti dan makna sebuah pernikahan … yang mengancam akan meninggalkan kita namun saat kita tinggalkan dia berlutut memohon agar kita tidak meninggalkannya …..! Lelah…, tentu saja lelah…, begitulah hati Tanti saat ini. Dan syukurlah, dia tidak perlu waktu lama untuk menemukan terang di hatinya…..

Kumbang Pilihan

Jika ada saat sekuntum bunga senang dikunjungi banyak kumbang, tersanjung dikelilingi banyak kumbang, merasa cantik dikagumi banyak kumbang, maka akan ada saat pula dimana dia merasa lelah, bosan, dan jenuh dengan tingkah para kumbang yang datang dan pergi tanpa meninggalkan cinta untuknya. Selanjutnya akan datang kerinduan akan sesosok kumbang jantan yang tangguh, setia dan dapat memberi cinta….

Kerinduan itulah yang akhirnya dirasakan Wita….
Setelah membuat Nia jelous dengan sikap manisnya pada Bram dulu, setelah membuat Badai menjadi angin cepoi – cepoi, setelah sempat membuat Topan –sang tukang ojek – ke GR an plus mendapat benjolan, setelah menolak lamaran Tatang 3 kali, setelah tarik ulur dengan Mr. IT [Faisal] yang membuat suasana hatinya dengan Tanti dan teman-temannya tegang, akhirnya dia bisa memutuskan untuk menutup rapat celah hatinya dan hanya menyisakan satu ruang untuk satu hati yang tangguh, setia dan dapat memberi cinta….

Dan ruang itu akhirnya ditempati oleh Mr. Sporty….
Yup! It’s him! Karena hanya Mr. Sporty [Donny] lah satu-satunya yang tak membuat ill-feel, dia satu-satunya yang rajin olah tubuh dan minum obat 3 X sehari, dialah satu-satunya yang datang dan tak pernah pergi, hanya dia yang mengerti apa arti ‘serius’, cuma dia yang bisa tunjukkan berproses artinya berkomitmen hanya dengan SATU orang saja, dialah yang tau kapan saat yang tepat mengatakan ‘cinta’ ; bahwa cinta lahir dari hati dan rasa yang dalam, bukan saat melihat kita cantik, atau saat menyakinkan kita untuk menikah karena telah diburu umur yang semakin menua…, ato hanya supaya warisan ortu dapat di terima…, dan tentu saja dialah yang paling tampan dari semua… yang dapat menawan hati…

Dialah Sang Kumbang Pilihan!

(Tuk Wita tersayang; A new phase of your life has just begun!)

Wednesday, May 28, 2008

Babak Baru Kehidupan Nia

Kesedihan itu tidak tinggal lama…, penyesalan dan sakit hati telah lama pergi…, yang tersisa kini adalah pelajaran berharga untuk bekal hari esok…, dan tentu saja semangat baru serta dukungan teman2 tercinta….

Kinilah saatnya Nia membuka lembaran baru dan membuka hatinya untuk pria lain. Tidak lebih dari dua bulan semenjak keputusannya meninggalkan Bram, telah hadir 2 orang pria yang siap dia pilih untuk menemani hari-harinya….

Siang hari, di kantin sekolah:
Qk : Aduh Ni, seneng banget deh kita bisa ngeliat loe ceria dan mau duduk lagi ma kita!
Nia : Maksud loe?
Eva : Ya…, loe kan udah lama banget nggak mau makan satu meja ma kita!
Nia : Masa’ sih?
Tanti : Iya…, loe tuh, kalo lunch selalu duduk semeja ma Bram…
Wita : Tul banget!
Ivon : Dan kalo Bram nggak masuk, loe bakal makan di kelas…
Qk : Ato nggak makan sekalian.
Nia : Sorry deh…, bukannya maksud gw –
Qk : Apapun maksud loe, kita cuma mau loe tau kalo kita tuh perhatian ma kamu.
Ivon : Dan kita perhatian karena kita sayang ma kamu.
Eva : Jadi, intinya… seharusnya loe nggak perlu menghindar dari kita hanya karena nggak mau denger pendapat kita tentang hubunganmu dengan Bram. Kita juga tau diri kok, kapan harus berkomentar dan kapan harus berhenti.
Qk : Dan Insya Allah semua komentar kita dulu, sepedas apapun tidak bermaksud menghakimi kamu, tapi untuk menjaga seorang saudara…
Nia : [terdiam sesaat] thank you ya…
Wita : But anyway, kita seneng kok akhirnya loe bisa buat keputusan yang tepat!
Tanti : Tul! Dan kita dukung loe banget girl…
Nia : [terdiam …, hanya senyum kecil terlukis di wajahnya]

Qk : Wooiii! Loe sms sapa sih, sibuk banget? Kita tuh lagi ngobrol, tau nggak sih? Loe nggak dengerin ya? [teriak nyaring di muka Nia yang ternyata sejak awal percakapan sedang sibuk ber-sms ria. Membuat temen2nya bingung; Nia banyak diam karena tersentuh dengan omongan teman2nya ato karena lagi konsentrasi ma smsnya. Dasar nggak sopan!!!]
Eva : Tau loe, nggak sopan banget sih?! Tau gitu mending gw ngomong ma ember, ketauan dia nggak bisa denger, iya nggak Q?
Qk : Ya nggak lah…, mending gw ngomong ma Brad Pitt… udah bisa denger, ganteng pula!
Semua : GARIIINGGG!!!! [teriak nyaring di muka Qk yang nyengir kuda….]

Qk : Btw, jangan2 loe dah punya gebetan baru ya Ni?
Tanti : Gw rasa juga begitu nih…. Nggak mungkin banget loe sms-an ma ortu sambil senyum2 nggak jelas gitu!
Nia : Gw senyum karena omongan loe kok…., bener! [tersipu malu sambil mencoba menjauhkan hp nya dari tangan-tangan tak bertanggung jawab! Btw, ada nggak ya ‘tersipu tidak malu’? Apa tersipu itu selalu malu? Nggak penting deh ah…. ;)]
Ivon : Udah deh.., mending loe ngaku aja sukarela, daripada kita pake jalan kekerasan! [serem abiezz!] toh, nggak lama kita juga bakal tau…!

Akhirnya setelah proses intimidasi dan keroyokan massal [keroyokan nggak mungkin sendiri kan?]:

Nia : Iya.., iya gw ngaku…
Eva : Nah gitu donk…, cepetan cerita!
Wita : Tunggu dulu, sebelum loe cerita gw mo nanya, ada berapa cowok?
Ivon : Yeee, itu mah loe banget kali! [hua ha ha!]
Wita : Maksud loe???
Qk : Maksudnya, sebanyak cowok yang ngejar loe nggak? Gitu kan?
[ Hah! Gotchaa!]
Wita : Sialan loe! [hua ha ha!]
Eva : Iya udah cukup, nggak usah ribut, ntar Nia nggak cerita2! Cepetan loe cerita, ntar keburu masuk kelas nih!
Nia : Iya.. iya…! [diam sejenak] Well…, [diam dua jenak] sebenarnya sih … [ diam tiga jenak] emmhh…. [ diam empat jenak]
Semua : BURUANNN!!! [teriakan ke dua yang mendarat tepat di depan wajahnya]
Nia : Ada 2 cowok! [berkata dengan dramatis, membuat semua terlonjak]
Tanti : Wow! Gila loe?
Ivon : Maksud loe apa 2 cowok? Loe pacaran ma 2 cowok?
Nia : Ya nggak lah…, gila kali loe ya! Maksud gw sekarang ada dua cowok yang lagi ngedeketin gw…., belom pacaran kok, baru pedekate. Well, sebenarnya yang satu karena gw mo dijodohin ma ortu gw…
Qk : Gileee.., hari gini dijodohin? Siti Nurbaya banget loe!
Nia : Ya gitu deh!
Eva : Trus gimana.., keren nggak?
Nia : Well, yang satu sih lumayan lah…bisa di bilang cukup keren, tapi yang satu lagi…nggak cakep sih, jauh dari harapan gw…, beda umurnya juga lumayan jauh ma gw…..
Qk : Tapi ….
Nia : Tapi dia dah mapan, super perhatian – tapi nggak gombal – nggak kayak… you know lah.. si tempe itu loh! Dan lagipula, dia itu yang dijodohin ma bo-nyok gw.
Tanti : Wow, bingung donk loh!
Nia : Yaa, gitu deh..
Wita : Sebenernya loe lebih suka ma yang mana?
Nia : Nah itu dia.., bingung gw! Yang pertama, dari fisik oke, umur nggak terlalu beda jauh, kalo di ajak ngobrol ato jalan2 lumayan asik dan nyambung lah.., dia tuh manis banget kalo ngomong, tapi gw nggak yakin kalo –
Eva : Kayak gitu juga kan yang loe rasain sama si Bram tempe itu? Loe nggak mau ketemu jenis cowok yang sama kan, walo cowok yang satu ini masih single? Btw, dua2nya single kan?
Nia : Iya, semua single! Tapi maksud loe apa ngomong gitu?
Eva : Maksud gw, loe harusnya waspada, kalo cowok yang pinter ngomong manis2 dan pinter ngerayu tuh belum tentu manis beneran!
Qk : Gw setuju ma Eva! Maksud gw, cowok tuh ada yang cuma asik jadi pacar – temen jalan, ketawa – ketiwi… Tapi ada juga tipe yang bisa jadi suami ato kepala keluarga yang baik buat kita walo selintas mungkin kita merasa dia kurang charming ato menarik di banding yang lain.
Eva : Tapi kok, loe bisa dapet suami yang baik dan ganteng pula?
Qk : Kalo itu mah rejeki gw, Va!
Semua : HUUUU!!!
Qk : Dulu waktu kuliah gw punya temen…dia tuh dah pacaran selama 5 tahun tanpa bisa bilang cinta.
Wita : Kok bisa?
Qk : Iya, dia awalnya emang nggak suka ma nih cowok. Tapi berhubung saat itu dia abis putus dari cowok sebelumnya, dan karena dijodohin ma kakaknya, akhirnya dia mau nyoba ngejalanin. Awalnya niat dia sih jelek; cuma supaya ada yang bisa nganterin dia kemana aja, ato ada yang bisa ditelpon untuk jemput dia dimana aja. Tapi toh sampe 5 tahun itu dia nggak bisa mutusin si cowok, bukan karena saat itu cinta sudah muncul, tapi karena dia nggak tega nyakitin cowok yang super baik dan sabar, cowok yang rela ngelakuin apa aja buat dia, cowok yang selalu bersabar setiap dia sakitin dan nggak pernah bales nyakitin. Pernah suatu saat, karena merasa bersalah dan nggak tau harus bagaimana, temen gw itu nangis2 minta orang tuanya untuk dateng ke rumah si cowok dan bilang ma keluarganya untuk mutusin hubungan perjodohan ini. Dan tau nggak loe apa yang terjadi?
Semua : NGGAK???
Qk : Sampe di rumah si cowok, keluarga temen gw itu di sambut hangat, di jamu makanan enak, dan buntutnya keluarga cowok ngomongin soal rencana melamar dan pernikahan.
Semua : HAAHH???
Qk : Nah kalo dah begitu, siapa yang tega untuk ngomong memutuskan tali perjodohan, karena itu bukan aja berarti mutusin tali silaturahmi 2 keluarga yang dah kenal hampir 5 taon, tapi juga akan menyakiti dan mempermalukan keluarga si cowok di rumahnya sendiri. Apalagi saat itu temen gw di kasih cincin ma nyokap cowoknya!
Eva : Trus temen loe gimana?
Qk : Ya nangis bombay lah dia! Antara perasaan bersalah, bingung, tersanjung… Ya loe bayangin aja sendiri!
Ivon : Parah banget itu mah…
Wita : Trus dah gitu gimana?
Qk : Akhirnya lamaran dan tanggal pernikahanpun ditentukan. Dan who knows kalo setelah itu, tinggal beberapa bulan sebelum pernikahan, datang pria idaman, yang memesona, charming, humoris, minta kesempatan untuk masuk…
Ivon : Dan temen loe ngasih kesempatan?
Qk : Well, awalnya sih dia nolak dan udah ngasih tau kalo dia dah tunangan dan mau nikah. Tapi cowok ini tetep maksa minta kesempatan nunjukin cintanya…
Ivon : Basi banget sih, baru kenal dah bilang cinta?
Qk : Ya gitu deh…! Temen gw juga dah bilang kalo sampe ada keluarganya ato cowoknya tau, dia nggak akan ngakuin cowok itu. Tapi cowok itu malah bilang siap dan nggak akan sakit hati. Yang penting dia dikasih kesempatan untuk deket ma temen gue, dan mungkin juga berharap kalo temen gw bisa ngerubah pendiriannya untuk nikah, meski di detik2 terakhir sekalipun.
Wita : Gila banget sih tu cowok? Dia kira sinetron apa?
Qk : Tapi nyata, exist in this world girls!
Nia : n then?
Qk : Akhirnya diapun backstreet di sela2 persiapan pernikahannya.
Semua : PAARRAAAHH!!!
Qk : Jatuh cinta emang bikin buta kan? Siapa yang nggak kelepek2 ngadepin cowok romantis yang selalu manjain kita dengan kata2 manis? Nggak usah ada yang tersinggung ya, karena memang begitulah adanya.
[ada yang diem malu, ada yang nyengir2 nggak jelas]
Bahkan 2 minggu sebelum pernikahan pun temen gw masih jalan ma tu cowok, karena si cowok sama sekali nggak mau ninggalin temen gw.
Tanti : Dan temen loe?
Qk : Sekali lagi dia nangis2 ma gw, kebingungan. Antara cowok yang – well, bisa dikatakan menggairahkan – dan cowok yang dia yakin banget adalah suami terbaik yang bisa dia dapatkan.
Wita : Akhirnya?
Qk : Well, gw nggak nyuruh dia untuk memilih antara A dan B, tapi gw cuma tanya ma dia, apa sebenarnya akhir dari pencarian dia? Apakah hanya sebatas seorang kekasih yang menyenangkan, yang mungkin hanya bisa berbagi saat suka, atau seorang suami yang baik, pendamping hidup sepanjang masa yang bisa menerima dan mengerti kita di segala kondisi. Jika dia tau tujuannya, maka dia akan tau siapa yang harus dipilih!
Wita : Dan cowok itu?
Qk : Akhirnya temen gw minta gw untuk ngomong ma dia, karena dia dah keabisan kata2. Awalnya gw simpati ma tu cowok, tapi akhirnya gw sebel ma dia, karena dia dengan tingkah konyolnya itu cuma bikin perasaan temen gw berantakan. Intinya cowok itu ngerasa nggak dapat kesempatan yang sama untuk bersaing dengan tunangan temen gw untuk memenangkan temen gw itu. Dia mengibaratkan diri seperti mau beli baju ke mall, tapi baru di pintu masuk udah di hadang satpam dan di suruh pergi.
Eva : Kok konyol gitu sih? Trus loe bilang apa?
Qk : Ya gw bilang aja, wajar kalo dia di usir satpam, karena dia maksa untuk membeli baju yang sudah di panjer orang. Nggak cuma udah di pesan, tapi juga udah ngasih DP. Coba kalo dia beli baju yang lain, nggak mungkin di usir kan?
Eva : Tul, bagus! Tu cowok nggak cuma dateng pada orang yang salah tapi juga waktu dan cara yang salah. Sama sekali bukan cara yang elegan, kalo menurut gw!
Wita : Tunangannya gimana? Dia tau nggak?
Qk : Bukan cuma cewek yang punya insting, cowokpun juga punya. Dia memang merasa ada yang salah dengan temen gw, dia ngerasa kalo ada cowok lain. Dan untungnya cowok lebih mengedepankan logika daripada perasaan. Kecurigaannya nggak membuat dia kalap ato sakit hati, tapi lebih pada mencari solusi. Dia nelpon gw!
Semua : HAH???
Qk : Yup! Bukan untuk nginterogasi gw, tapi hanya sekedar menyampaikan kecurigaannya. Dia bilang ma gw, kalo perjalanannya dengan teman gw itu dah panjang banget, melelahkan tentu aja. Dia tidak menutup mata akan temen gw yang dingin2 aja ma dia selama ini, tapi dia menganggap itu sebagai sebuah perjuangan memenangkan hatinya. Pernikahan sudah di depan mata, tinggal beberapa hari lagi, dan dia nggak akan mundur selangkahpun.
Semua : Wow!!! COOL!!!
Tanti : Terus loe cerita ma tunangannya?
Qk : Ya nggak lah hai.., untuk apa? Merusak suasana hati? Mengendurkan semangatnya? Nggak banget! Lagi pula, dia dah ngerasa juga, kan? Gw cuma bilang kalo dia akan mendapatkan balesan yang setimpal untuk usaha, kesabaran dan niat baiknya. Gw juga bilang akan berusaha membantu temen gw untuk membuat keputusan yang terbaik tanpa harus menjanjikan apa2 ma doi.
Tanti : Happy ending?
Qk : Yup! Mereka akhirnya nikah, seminggu setelah pernikahan gw sendiri! Sekarang mereka dah punya anak 1, dan temen gw happy2 aja tuh, sepertinya dia dah bener2 cinta ma suaminya sekarang. Mantan cowok idamannya dateng dua hari setelah mereka nikah, dia pamit ma temen gw, pergi ke Jepang!
Semua : WOW!!!

Qk : Dan untuk loe, Ni…, nggak perlu bingung! Karena loe cukup menjawab pertanyaan yang sama yang gw ajuin ke temen kuliah gw itu; apa akhir dari pencarian loe?
[Semua mata tertuju pada Nia, menunggu jawab, saat bel berbunyi, tanda waktu istirahat berakhir…]

Dua bulan setelah obrolan di kantin itu, Nia pun akhirnya menikah. Dan pria yang beruntung itu adalah cowok yang diajukan orang tua Nia untuknya. Pria yang mungkin kurang menarik, namun diyakini dapat menjadi suami yang baik dan mampu mencintai. Pria yang dapat membuatnya merasa sebagai wanita paling bahagia di dunia. Dan terlebih lagi, tentu saja, mendapat restu orang tua!

Well, satu babak kehidupan terlalui, babak baru terjalani, babak lain kan menunggu.
[To Nia: Be a good wife, Have a great life!]

Your Man is My Man

Satu hari di SMP MERDEKA, tepatnya di ruang kelas 9R yang di huni oleh makhluk imut yang suka kentut sambil berlutut di sudut berbunyi tut…tut…tut…tiuut…. Membuat orang cemberut dan beringsut….

Qk : “Ngapain loe senyum-senyum nggak jelas gitu?”
Tanti : “Nggaaak…, sapa yang senyum2?
Qk : “Nggak usah bo’ong…, kalo bukan soal cowok pasti loe mo nyusahin gw…! Betul kan?
Tanti : “Weeiii…, jangan negatip dulu donk loe! Gw cuma mo nawarin kopi kok…, loe suka capucino kan?
Qk : “Tumben loe baik…? Biasanya harus gw rampok dulu tuh kopi…?!

30 detik kemudian, saat seteguk kopi hangat baru menghampiri pangkal lidah menuju lorong panjang yang akan berakhir di lumbung bernama lambung….

Tanti : “Mom…, loe tau Faisal kan?”
Qk : “ Tau…, mang napa?”
Tanti : “Suami loe tau juga kan? Maksud gw…mereka temenan kan?”
Qk : “ Kalo cuma sekedar ‘tau’ ato ‘ kenal’ sih.. iya! Tapi klo ‘temenan’ yang bener2 ‘temenan’ sih...
nggak! ………Knapa, loe naksir yak?”
Tanti : “Sembarangan loe! Gw cuma mo tau dia orangnya kayak apa sih?”
Qk : “ Ya kayak orang lah… emang kayak apaan? Kan loe dah pernah liat… 2 mata, 2 kaki, 2 bolongan idung, punya
kumis, ada bulu ketek, lengkaplah!”
Tanti : “Nggak sopan loe! Maksud gw pribadinya…, karakternya tu makhluk kayak apa? Orang baek bukan?”
Qk : “Tuh bener kan…., loe naksir doi?”
Tanti : “ NGGAK SOPAN! Gw cuma mo tau dia.., bukan berarti gw naksir….”
Qk : “ Iya trus knapa loe mo tau segala? Kalo bukan karena loe naksir…, pasti dia yang deketin loe…
Bener kan?”
Tanti : “Dia duluan bukan gw!”
Qk : “ He he he…, gw nggak nuduh kok, cuma nebak! Nggak usah panic gitu donk…”
Tanti : “Nih loe baca sendiri!” [sambil menyodorkan Sony Ericsson hitam imutnya]
SMS : “Selamat malam. Ini no.nya ms. Tanti kan? Saya Faisal, boleh kenalan kan?”
Qk : “Hua ha ha ha HA!” Gimana ceritanya nih makhluk ampe ngirim beginian? Loe ngasih nomer ke dia? Kok bisa
nggak ada angin nggak ada ujan dia mo kenalan? Loe ngedipin dia ya?”
Tanti : “NGGAK SOPAN! Nggak usah ngetawain gw deh! Gw nggak pernah ngasih nomer ke dia, lagian it’s not a big
thing buat dia. Dia kan kepala IT, tinggal klik mouse semua data orang satu sekolah juga dia tau.”
Qk : “Terus…?”
Tanti : “ Nggak ngerti. Gw nggak pernah berhubungan ma dia sebelumnya, paling kadang suka ketemu, papasan di
jalan kalo gw mo ke koperasi. Udah…, gitu doang!”
Qk : “ Terus…?”
Tanti : “ Gw nggak ngedipin dia! Sumpah! Paling senyum doang…, itu juga wajar… biar nggak di bilang sombong… kita
kan satu sekolah…. wajar kan kalo ketemu orang senyum?”
Qk : “Terus …?”
Tanti : “Gw juga nggak pernah nyapa ato sok kenal kok….! “
Qk : “Terus…?”
Tanti : “ Cuma sebatas senyum. Sumpah! Not even a word!”
Qk : “Terus…?”
Tanti : “Terus … tiba2 kemaren si OG, office girl kita yang ndut n imut itu dateng nyamperin gw,katanya gw dapet
salam dari bapak itu…”
Qk : “Terus…?”
Tanti : “Ya udah! Terus aja loe bilang terus…..! Nggak ada kata yang lain apa?”
Qk : “Ha HA! Sorry girl…, terus akhirnya doi ngirim sms… dan loe bales?”
Tanti : “Ya gitu deh…”
Qk : “dan loe bales..?”
Tanti : “Iya gw bales…, basa basi doang…”
Qk : “dan loe bales..?”
Tanti : “ IYA! Gw bales. Kenapa sih loe?”
Qk : “Just make sure! Sorry…”
Tanti : “………………………………………”
Qk : “………………………………………”
Tanti : “Kok loe jadi diem gitu sih? Gimana menurut loe?”
Qk : “Mmmmmh…, gimana ya? gw nggak tau banyak sih soal dia…, setau gw dulu (!) waktu suami gw masih sering
b’gaul ma dia…, dia tuh orangnya agak pemalu dan tertutup gitu deh. Nggak suka cerita2 soal pribadi. Tapi
itu dulu loh! Bisa jadi sekarang dah berubah… people change!
Tanti : “Oh…, menurut loe gw ladenin nggak ya?”
Qk : “ Ti.., loe nggak tau ya kalo Faisal pernah pdkt ma Wita?”
Tanti : “ Apa? Nggak tuh! PDKT sejauh mana maksud loe?”
Qk : “ Well, gw nggak tau pasti hubungan mereka sejauh mana, tapi sepertinya dulu lumayan dekat juga.
Sepertinya sih Faisal sempat datang ke rumahnya dan kenalan ma ortunya. Kalo nggak salah sempat terlontar
kata ‘nikah’ loh!”
Tanti : “Serius loe?” Terus gimana?”
Qk : “Ya nggak gimana2!Setau gw sih dah nggak ada kelanjutannya.”
Tanti : “Yakin loe? Gw nggak enak nih, kalo mereka masih berhubungan.”
Qk : “Seharusnya sih udah nggak. Wita kan sekarang lagi deket ma Donny. Nggak sepantasnya dia ngejalanin dua
hubungan sekaligus kan?”
Tanti : “Yakin, Mom?”
Qk : “Mereka sering jalan bareng kok. Donny juga dah sering ke rumahnya, kalo nggak salah.”
Tanti : “So…?”
Qk : “No worry about it! Kalo emang loe mau jalanin ya silakan aja, tapi pesen gw hati-hati ya! Gw banyak
dengar isu jelek soal doi, terutama yang berhubungan dengan wanita…”
Tanti : “Maksud loe…?”
[Kriiiiiiiiiiiiiingggggggggggg…………….]
Qk : “Bel dah bunyi tuh, gw ada kelas setelah ini. See you soon!”
***

Sore sudah semakin tua, sebentar lagi maghrib menjelang. Langit Bandung yang jingga kemerahan cukup indah di pandang walau hanya dinikmati dari balik jendela bis damri yang buram terlapis debu. Daarut Tauhid, tempat yang kami tuju, masih cukup jauh…. Mungkin lepas maghrib kami baru sampai.
Wita, yang sejak tadi sedang sibuk ber-sms-ria, tiba-tiba memecahkan ketenanganku menikmati jalanan Bandung yang teduh.
Wita : “Q, andaikan faisal bawa mobil, nganterin kita keliling Bandung, loe mau nggak?”
Qk : “ Mau aja. Siapa yang nolak gratisan? Daripada keliling naik angkot. Mang kenapa?”
Wita : “Nggak apa-apa, cuma kalo gw pergi ma Ivon pasti dia nolak. Dia kan paling anti kalo pergi ada cowoknya.”
Qk : “ya iyalah, dia kan bukan muhrim. Lagipula ntar gak bisa bebas ketawa ngakak – malu dong non. Lagian mang
dia nawarin?”
Wita : “ Iya sih, minggu lalu dia nawarin. Tapi karena waktunya gak cocok, gw tolak. “
Qk : “ Oohhh….!” [satu menit ….., duamenit…..]
“ Mmmh, Wit, mang loe masih suka kontak sama bapak itu ya?”
Wita : “ Siapa Faisal? Yah…, lumayan sih. Tapi jarang kok, cuma sesekali aja.”
Qk : “ Oh…., dari tadi loe sms-an ma Faisal?”
Wita : “ He he he, iya. Dia nanya dah sampe mana, lagi ngapain, gitu deh.”
Qk : “Oh…., Donny nggak sms loe?”
Wita : “Iya, dia juga.”
Qk : “Pantes aja loe sibuk banget. Awas jangan sampe salah ngirim!”
Wita : ;)

Voila! Ternyata Faisal masih suka menghubungi Wita…………………………………………. Gimana donk?.............. Sepertinya…, kita punya pikiran yang sama deh…! [Kita? loe kali! ;)]

Akhirnya sampai juga deh di Daarut Tauhid. Shalat maghrib berjamaah sudah berlalu ketika kami tiba di masjid mungil DT yang penuh sesak dengan jamaah yang sedang mendengarkan tausiah dari pak ustad yang kalo boleh jujur, lumayan imut untuk ukuran seorang ustad ;D [nakal ya! mau ibadah, sempet-sempetnya ngelaba  Ya gak apa-apa lah…., semoga pak ustadnya dapet pahala lebih, karena wajah “lucu”nya bisa membuat beberapa orang, termasuk kita, jadi semangat dan nggak ngantuk denger tausiahnya. Ha ha!]

Selesai sholat Maghrib, dengerin tausiah, dan sholat Isya berjamaah, kami segera menuju penginapan untuk beristirahat dan berharap semoga nanti malam tidak terlalu dibuai mimpi sehingga bisa bangun untuk sholat tahajud berjamaah di masjid.

Wita masih sibuk ber-sms ria saat hp ku untuk pertama kalinya mengeluarkan bunyi ketukan 3 kali yang menandakan ada sms masuk.
From: Tanti
Mom, lagi ngapain? Gw bete nih, seharian digodain Ivon n Eva terus?

From: Qk
Mang kenapa? Btw, ngapain aja seharian? Dah k bromo?

From: Tanti
Mereka curiga krn gw sms-an mulu. Faisal dari pagi sms gw terus. Kita dah ke bromo, sekarang lagi di hotel mau tidur.

From: Qk
Mang Faisal ngomong apa dari pagi kirim sms?

From: Tanti
Ya gitu deh….

From: Qk
Paling juga cuma nanya dah makan belum? lagi ngapain? dan hal2 basi lainnya kan?

Wita : Loe sms-an ma siapa mom?
Qk : Tanti.
Wita : Oh, salam yak!
Qk : Loe sms-an ma sapa dari tadi senyum2 sendiri?
Wita : Faisal.
Qk : Ngapain?
Wita : Cuma nanya lagi ngapain, sampe Bandung jam berapa? Gitu doank kok!
Qk : Oh…! Donny gak sms loe?
Wita : Iya, dia juga.
Qk : Sibuk donk loe?
Wita : He he he

From: Tanti
Loe jahat banget sih, mom? Tp emang bener sih ;p

From: QK
Mommy is always right, baby! Salam dari Wita. Btw, jangan kaget ya! Faisal sepertinya masih suka menghubungi Wita.

From: Tanti
Maksud loe?

From: Qk
Dia lagi sms-an ma Wita sekarang. Kurang lebih isi smsnya sama ma yg dikirim ke loe.

From: Tanti
What??? So, gimana donk mom?

Wita : Mom, kira2 Faisal serius gak ya ma gw?
Qk : ??? [God, please help me. What should I say???]

Friday, February 8, 2008

Kumbang - Kumbang

Ibarat ratu lebah, Wita memang dapat menarik lebah2 pejantan disekelilingnya.

Entah apa sebabnya yang bikin lebah2 itu begitu tertariknya sama Wita. Mungkin karena senyumnya yang (sok) malu-malu, sikapnya yang (sok) lugu seperti lutung gunung – yang katanya sih nggak pernah mau nyakitin or ngecewain orang lain, ato emang tampangnya yang cukup manis [dan dia sadar banget dengan kelebihannya itu, makanya no wonder kalo dia narcis abiz]. Kalo sudah bgitu, kebayang kan kombinasi semuanya? Cowok mana yang nggak tahan dan nggak suka ngerubungin [lalat kali…, ngerubungin?] ngeliat cewek manis yang selalu senyum malu2 setiap di sapa, dan nggak pernah nolak ato menghindar saat digombali karena takut dibilang nggak sopan ato nyakitin hati. Oooooohhhh…..!!!!!

Tapi sayangnya…, nggak ada satupun diantara cowok2 yang ngedeketin Wita itu termasuk kategori cowok ‘bener’ ato mendapat julukan ‘recommended guy’ dari kita2 [temen2nya Wita maksudnya, Ngerti kan?] Ada aja cacatnya yang bikin kita2 ill-feel ngeliatnya, yang tentu aja selanjutnya akan mengeluarkan ancaman ke Wita: “Awas ya, kalo sampe loe jadi ma dia…, jangan nganggep kita temen!” ato “Kalo loe nikah ma dia, jangan ngarepin kita dateng ye?!” ato yang lebih parah lagi “Kalo loe sampe suka digombalin dia, berarti.. loe emang pantes dapet julukan cewek ter-stupid di dunia!” Parah banget ya?!! Well, kalo kamu nganggep kita2 [temennya wita, inget kan?] jahat, ato terlalu ikut campur ma seleranya Wita…, itu emang bener! Atas dasar kepedulian dan rasa sayang yang suka nggak suka harus suka(!) dan terima nggak terima harus terima!

Dan tentu aja Wita, sebagai teman yang baik, harus mau mendengar teman lainnya kan? B’coz that’s what a friend for, right? Untunglah, Wita nggak ‘sekeras’ Nia dalam menerima pendapat teman. Kalo Nia lebih memilih menjauh dari kita2 [yang nggak suka ngeliat dia dengan Bram] daripada harus dengerin pendapat baik kita yang menurut dia salah [pada awalnya, sampe akhirnya dia sendiri sadar kalo dia emang salah]; Wita, sebaliknya, justru tanpa perlawanan. Paling dia cuma bilang…:

Wita : tapi gue tetep manis kan..?

Kita2 : tapi STUPID! mau loe jadi stupid?

Wita : nggak..?!

Kita2 : Kalo gitu, tolak dia!

Wita : Apa? tolak angin?

Kita2 : Iya! loe nggak mau kembung kan?

Wita : Emang kenapa kalo kembung?

Kita2 : MURAH! Yang mahal tuh, KAKAP!

Wita : Jadi??

Kita2 : TOLAK!

Wita : Ok deh….

See…? Simple kan? Nyaris tanpa perlawanan!

Topan dan Badai cuma salah dua dari cowok2 yang menarik ato tertarik pada Wita. Yang tentu aja mereka sama sekali nggak kita rekomendasikan. Nggak perlu dipikir sedetikpun untuk memutuskan bahwa mereka berdua emang nggak layak. Yang lainnya?

Ada Bram yang dah punya record buruk ma Nia, yang tentu aja, totally unrecommended!

Selanjutnya ada Tatang, guru agama yang bercita2 jadi guru tari. [Loh??!!] Yup! Jangan kaget! Dan kenyataan ini menjadi salah satu poin [dari banyak poin] yang bikin kita ill-feel. Siapa yang nggak geli kalo orang yang suka ceramah agama dan menekankan bahwa laki2 tidak boleh berpenampilan seperti wanita, dan wanita tidak boleh berpenampilan seperti laki2, di sisi yang lain justru terlihat suka joget dangdut sedangdut-dangdutnya! Pernah (malahan, satu kali, saat acara kesenian sekolah) dia naik pentas, nyanyi lagu Mulan Kwok a.k.a. Mulan Jameela + berdandan ala Mulan alias Wulan dengan make-up lengkap! Siapa yang nggak bengong??!! Tambahan lagi, lagunya TTM pula, alias Teman Tapi Mesra, yang artinya nggak jauh-jauh dari TMT, alias Temen Makan Temen. Pak Uztad gitu loh??? Untung aja Naga Bonar nggak nonton aksinya diatas panggung, kalo nonton..., Apa Kata DUNIA??? ;p [Kali ini gue, penulis, bener2 nggak ngelebih2in loh! It’s true guys! It did happen!!! Can you imagine?]

Memang sih, masalah semangat dan kesungguhan, doi patut diacungin jempol! Tapi, tetep, kita nggak tau, semangatnya itu karena doi bener2 cinta ma Wita, ato emang karena keras kepala + nggak tau malu. Karena, asal kamu tau aja ya, si Tatang ini udah berani ngelamar Wita loh! Dan nggak tanggung2, bukan cuma sekali ato dua kali, tapi TIGA kali doi ngelamar! Ternyata tolakan pertama dan kedua tidak membuat doi merasa jengah dan surut langkah untuk melontarkan lamaran yang ke-3. Hampir saja Wita menyerah pada lamaran yang ke-3, kalo aja dia nggak ingat ancaman teman2nya. Dan akhirnya setelah bayangan teman2nya yang marah memenuhi pandangannya, dan kata2 temannya terngiang-ngiang di telinganya, Wita pun berhasil meluncurkan tolakan yang ke-3 pada Tatang. Dan kalo kamu mengira Tatang akan sedih, nangis darah, garuk-garuk aspal…., kamu salah! Ato kalo kamu ngira Tatang akan sakit hati, terpuruk, hilang percaya diri, pergi ke dukun, ato bunuh diri…, kamu juga salah! Reaksinya bener2 nggak diduga, dan jelas bikin sakit hati semua cewek di dunia yang punya posisi seperti Wita!

Tatang : Jadi, kamu bener2 nolak aku…?

Wita : Iya, aku nggak bisa….. Maap ya?

Tatang : Nggak bisa dipikirin lagi?

Wita : Ini udah yang ke-3 kalinya, dan jawabanku sama…, dan akan tetap sama.

Tatang : [Terdiam lama] Mmmmmhhh,

Wita : Kamu nggak apa2 kan? Maap ya…![takut bikin orang kecewa]

Tatang : Nggak apa2 kok..

Wita : Kita bisa temenan kok [jangan ampe orang sakit hati]

Tatang : Ngomong2 soal temenan…. Ada nggak temenmu yang manis, yang bisa dikenalin ke aku?

Wita : ??? [bengong]

Tatang : Kalo Tanti gimana? Dia dah ada yang punya belum? Aku bisa minta nomer telponnya nggak?

Wita : ??? [masih bengong]

Tatang : Ato mungkin guru baru yang satu ruang sama kamu itu, dia juga manis kok! Kenalin ya?

Wita : [Wuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!! Kurang ajar nih cowok!!!! Nyari istri kayak nyari barang, nggak dapet satu, nawar yang laen??!! Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!]

Tatang : Eh, kamu nggak apa2 kan? Tolong comblangin aku ma temenmu ya? Tahun ini aku harus nikah, kalo tidak, aku nggak bisa dapet warisan bapakku!

Wita : [Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!]

***

Lain padang lain ilalang, lain Tatang lain pula si Hari. Hari adalah cowok lumayan ganteng yang, sayang sekali, dia sadar banget dengan kelebihannya itu, dan akhirnya suka merasa kegantengan, sehingga membuat kegantengannya yang lumayan itu terkikis habis oleh kenarcissannya, sehingga membuat orang berpikir 1000X untuk mengakui dia emang lumayan ganteng. [ngerti kan maksudnya?]

Hari sebenarnya cowok yang baik, dan lumayan alim. Namun, lagi-lagi, keinginannya yang kuat untuk tetep terlihat baik di mata orang [terutama yang berjenis kelamin wanita], membuat dia jadi terlalu jaim dalam berbagai hal, yang pada akhirnya bikin kita risih sendiri.

Hari sebenarnya punya beberapa kelebihan di banding yang lain, selain cukup baik dan lumayan ganteng, doi juga baru aja diangkat jadi coordinator bidang studi. Yang memberinya [menurut dia sendiri tentu aja, karena nggak ngaruh buat kita semua] status lebih. Tapi yang bikin kita buang muka adalah [buang mukanya dia tentu aja, karena muka kita cukup berharga untuk di buang], dia sadar banget dengan kelebihannya yang dia punya yang akhirnya ditambah dengan tampang jaimnya membuat dia terlihat angkuh alias sombong. And, who wants to get a snob? No one, I guess!

Oh God…, ada gak ya cowok yang beneran ganteng dan asli baik, tapi tetep cuek dan nggak nganggep diri tinggi? Well, kalo cewek jaim…, biasa kali! Tapi kalo cowok jaim…(?) Penting nggak sih?! Well, I know that it sounds unfair! But, please……….., cowok jaim? Nggak deeehhhhh…….!!!!!!!!!!!!!!!!

***

Donny, guru olah tubuh SMP MERDEKA adalah pendatang baru yang siap bersaing dengan para jomblo lainnya untuk memikat Wita [kecuali Bram tentu aja, yang bukan jomblo tapi pengen dianggep jomblo!].

Sebagai pendatang baru, Donny bisa di bilang punya nyali yang cukup tinggi. Walaupun para lebah jomblo lainnya cuma melihat dia sebelah mata [karena mata satunya bisulan], dan menggangap dia kalah saing karena cuma orang baru dan guru olah tubuh pula [walo nggak ada hubungannya antara orang baru, guru olah tubuh dan peluang bersaing], tapi itu semua tidak menyurutkan semangatnya untuk ikut bersaing. Segala persiapan dia lakukan; renang tiap pagi, sit up dan push up 100 X sehari, karate seminggu dua kali, jogging tiap sore, fitness 3 X seminggu, minum obat 3 X sehari…., semua hanya untuk memenangkan pertandingan! [Loh kok?! memenangkan hati Wita maksudnya ;)]. But, since he is only a new comer, who knows? Just wait… and see!

***

Sebagai kepala IT SMP MERDEKA, Faisal memang merasa pantas bersaing. Lebih dari pantas, malah! Well, setidaknya dia merasa tidak sedang-dut Tatang [walo nggak ada larangan untuk menjadi dang-dut], dia juga masih jomblo beneran [nggak seperti Bram, yang jomblo gadungan], jabatan kepala IT juga lebih bergengsi daripada coordinator subjek, so no wonder kalo dia juga merasa lebih pantas dari Hari. Dan yang lebih dari itu semua adalah, kemampuan menggombalnya yang jauh lebih tinggi dari jomblo lainnya. Entah dapet ilmu dari mana, walaupun dia bukan pujangga ato lulusan sastra, urusan menebar kata2 cinta yang berbunga-bunga bukan hal yang susah untuknya. Kalo Donny hanya bisa minum obat 3X sehari, Faisal mampu membuat puisi 3X sehari. Cewek mana yang nggak suka di puji? Cewek mana yang nggak suka puisi? Tapi kalo puisi 3 X sehari? Please deh….?

Di tambah lagi banyak kabar burung [walaupun mereka sebangsa lebah, tapi mereka juga mendengarkan kabar kaum burung] mengatakan kalo Faisal punya daftar cewek yang pernah takluk dengan kata2 manisnya. Serem nggak sih? Ato sebaliknya, norak nggak sih?

But, who knows 1 day dia akan berubah? Siapa yang tau kalo Faisal beneran jatuh cinta ma Wita? Sebagai makhluk yang baik, Wita memang selalu ingin berprasangka baik. Nggak ada salahnya memberi orang satu kesempatan kan? [Walo kita (temennya Wita) menganggap tindakan Wita itu terlalu naïf, “C’est impossible!”]

***

So…, kira2 lebah mana yang bisa memenangkan hati sang ratu?

Wednesday, January 30, 2008

Kekasih untuk Eva

Hi guys! Sorry ya dah lama gak posting coretan2, lagi sibuk sih..., maap ya? Bai de wei, ini dia cerita tentang Eva...!

Sudah berbulan2 ini gank almost 30 (ceila gank…? norak abis! tapi ya gak papa lah! Bukan cuma cowok2 punk yang bisa nge-gank kan? ;-)) punya misi suci; mencarikan jodoh untuk Eva. Setelah proses yang cukup panjang (namun tidak di kali lebar, sehingga tidak menghasilkan luas) akhirnya kita menetapkan satu unggulan untuk Eva. Unggulan yang ini bener sudah melalui hasil seleksi loh! Sebelumnya bener2 banyak calon yang bermunculan, mulai dari Mr. Maintenance, Mr. Another IT, Mr. Coordinator, sampe tukang ojek di ceritanya topan badai yg lalu. Inget kan? Dah baca kan?
Akhirnya kitapun sepakat, setelah sebelumnya menimbang, mengingat, dan sebagainya…, akhirnya memutuskan untuk mendekatkan eva sedekat-dekatnya dengan Mr. Coordinator!
Adapun profil sang Mr. Coordinator adalah sebagai berikut:
-
tinggi 168cm (sangat ideal untuk tinggi Eva yang cuma 152cm kan?)
-
berat 85kg (kalau saja dia bayi, pasti sangat menggemaskan. Agak chubby gitu deh ;]) - umur 43thn (usia yg lebih dari cukup untuk menikah. Cukup dewasa, matang dan berpengalaman ;] dan karena Eva yg tertua diantara kita, so gak ada yg lebih pantas dari Eva kan?)
-
mapan! (kalo ini gak diragukan lagi. pokoknya gak ada alasan untuk nolak! apartemen beserta isinya plus kendaraan roda 4 siap menyambut Eva! Well, walo kita bukan cewek matre, tapi gak ada salahnya kan melirik dan mempertimbangkan hal-hal ini? )
-
karir ok! (jabatan coordinator dengan rekomendasi yg bagus membuat doi jadi calon kuat the next headmaster SMP MERDEKA! keren, dan cukup menjanjikan bukan?)
-
wawasan luas! (kalo ini gak perlu ditanyakan lagi. pengalaman doi tinggal di luar negri bertahun2 bikin doi punya wawasan yg luaaaaaaaassssssss banget. pokoknya cukup gaul lah…, untuk ukuran cowok seumur itu ;])
-
good looking ( well, setidaknya selama ini gak ada yg pernah bilang doi ‘deadly gorgeous’ ato sebaliknya ‘pretty ugly’. Yaaaah, lumayan lah!)
-
good character ( walo kita gak tau banget aslinya kayak apa, at least belom ada diantara kita yang sakit hati karena doi, ato ill-feel liat tingkah doi!)

So, dari daftar pertimbangan diatas gw rasa kamu semua setuju kan kalo Mr. Coordinator memang pantas untuk lulus seleksi ;]

Well, bukan perjuangan namanya kalo tanpa tantangan. Ternyata niat suci aja gak cukup! Apalagi kalo urusannya masalah hati, 2 hati malah! Susaaaaaaaahhhh banget buat ngedeketin mereka berdua! Padahal segala cara udah kita lakuin loh buat nyatuin mereka berdua. Bener2 segala cara; mulai dari yang kalem dan sopan ampe yang vulgar n kurang ajar! Still, it hasn’t shown any good result. Sering banget malahan, niat baik kita itu, dalam praktiknya, saat usaha yang menjurus vulgar dan kurang ajar terjalankan, yang nota bene sering banget, justru terkesan membuat Eva jadi korban 'bully' alias merasa ter'zhalimi'! Padahal suer (!) kita sayang banget sama Eva, and gak pernah punya niat membully apalagi menzhalimi, walaupun tentu saja segala sesuatu pasti punya efek samping. Dan jika rasa sayang kita itu memberi efek samping 'bully' terhadap Eva..., well..., kita cuma bisa berdoa semoga Eva tahan terhadap bully kita! [Loohh??!!!!] But, we will keep trying. That’s our promise. Misi suci harus terus berjalan :D

PS: Ada yang tertarik pada Eva? Ato kamu punya calon yang bisa dikenalkan pada Eva?

Ketik: Reg spasi Nama Kamu spasi Eva, kirim ke 7575! Di tunggu partisipasinya ya ;D

Tuesday, October 30, 2007

(Bukan) Kekasih Pilihan

Jodoh memang misteri Ilahi. Tidak ada yang dapat menduga sebelumnya. Ada yang sudah melanglang buana ke negeri seberang, siapa yang sangka ternyata jodohnya adalah tetangga sebelah rumah. Ada yang hobi chatting biar dapet jodoh dari belahan dunia lain, siapa sangka akhirnya malah jadi ma sesama pelanggan warnet yang suka chatting di sebelah kursi. Ada yang udah ganti-ganti pacar berkali-kali, buntutnya balik lagi ma pacar yang pertama. Ada yang awalnya nggak rela dapet sang jodoh yang jauh dari harapan, tapi mentoknya di situ juga. Ada juga yang tulus, ikhlas nrima calon jodoh yang jauh dari standard dan mimpi, tapi akhirnya Tuhanlah yang memisahkan (calon) pasangan itu tanpa harus ada yang merasa sakit dan menggantikannya dengan yang lebih baik, sebagai balasan dari sebuah ketulusan dan keikhlasan. Karena sungguh, kisah yang satu ini membuat kita [setidaknya gue sendiri] untuk mengerti bahwa saat kita bisa memaknai arti seorang jodoh tak lain sebagai teman beribadah tanpa harus meributkan ketampanan/kecantikan, beda usia yang jauh, atau kekayaan, Dia akan tunjukkan ‘teman’ mana yang baik dan pantas untuk kita.

Siang itu, tidak seperti biasanya, Ivon mampir ke kelas gue dilantai atas. Hal yang jarang dia lakukan, biasanya jika ada yang ingin dikatakan dia lebih suka lewat sms ato yames alias yahoo messenger [asal tau aja ya…., sekolah kita dah ber wi-fi ria loh! Norak ya gue?], kecuali, ya… kecuali kalo ada hal yang menurut dia penting untuk di bahas.

Dengan sekilas pandang gue langsung tau kalo ada hal serius yang mau disampaikan Ivon, mulai dari cara dia masuk ke ruang kelas yang agak sopan, cara menyapanya yang agak kalem, tarikan nafasnya yang agak berat sesaat setelah menarik kursi dan memposisikannya tepat di depan meja di mana gue duduk dibaliknya, sampai raut wajahnya yang tegang. Beda banget dengan gayanya yang biasa muncul. Biasanya dia akan langsung menerobos pintu kelas dengan semangat 45, memberikan sapaan yang lebih mirip teriakan yang mengagetkan saking kerasnya, menyerobot kursi yang lagi didudukin, dan raut wajah tegang takkan tampak diwajahnya, tapi justru di wajah gue! Yup, karena biasanya kalo dia lagi khilaf [yang kebetulan sering banget], akan ada aja tingkahnya yang aneh2, yang bikin siapapun harus waspada!

“Hai, bun…, lagi ngapain?” Sapanya kalem. [Anak2 almost 30 emang kadang suka manggil gue macem2; Ivon dan Eva contohnya, suka manggil Bunda ato Ibu, Tanti selalu manggil Mom, Wita suka manggil Mami, cuma Nia doank yang manggilnya nggak pernah konsisten alias sesuai mood. But, that’s not a big deal; right?]

Dibutuhkan beberapa saat dan beberapa tarikan nafas sebelum akhirnya Ivon berhasil mengutarakan isi hatinya. Namun intinya adalah cerita di bawah ini:

Sudah dua minggu ini Ivon di landa kebimbangan akan seorang pria yang ingin melakukan pendekatan dengannya. Sosok pria ini dia kenal melalui dunia maya, setelah seorang teman semasa sekolah yang dia percaya menjadi perantaranya. Tak banyak yang dia ketahui tentang sang pria setelah dua kali percakapan melalui email, namun yang pasti, dia mendapati bahwa sang pria berumur hampir dua kali jumlah umurnya. Sebuah fakta yang cukup membuatnya harus berpikir berulang kali sebelum membuat keputusan. Mungkin banyak yang berfikir apalah arti sebuah perbedaan umur, jika ditemukan keselarasan pola pikir, didapati rasa pengertian yang dalam, dan kesatuan hati. Tapi adakalanya perbedaan usia yang jauh memiliki banyak arti. Bukan hal yang mudah untuk menyelaraskan dua latar belakang pemikiran yang berbeda jauh. Bukan hal yang mudah untuk mengerti dua dunia yang berbeda yang berlatar dua masa yang berbeda. Takkan mudah untuk menyatukan hati dikala kita sulit untuk mengerti perbedaan yang muncul.

Perbedaan usia yang jauh juga dapat menyentuh ego. Bukan hal yang mudah untuk dapat terus menegakkan kepala saat kita menggandeng lengan suami yang berumur dua kali umur kita tanpa harus merasa malu, tanpa harus peduli lirikan dan omongan orang disekeliling kita, yang mungkin saja berkata tidak semestinya. Saat kita melihat pemandangan seperti itu, bukan tidak mungkin diantara kita [atau bahkan kita sendiri] mungkin berujar “Kok mau ya nikah sama kakek2? Dia kan masih muda…, cantik…, cowok di dunia ini kan masih banyak? Kayak nggak ada cowok lain aja deh! Atau jangan2…, karena cowoknya kaya? Dasar matre!!!”.

Well, if you were the girl, serem nggak sih dengernya?

Dan saat kita bisa mengatasi itu semua, still, diperlukan keberanian dan usaha lebih untuk meyakinkan keluarga kita agar memiliki keyakinan yang sama dengan kita. Karena, tentu saja, tidak akan mudah bagi orang tua kita untuk menghadapi bisikan tetangga usil yang sama sekali tidak penting. Bagaimanapun juga keluarga adalah kekuatan utama kita. Saat keluarga berbalik menentang, rapuhlah benteng pertahanan. Bukan tak mungkin orang yang paling kamu cintai dan hormati di dunia ini kan bertutur, “Kenapa sih mesti dengan dia? Memang tidak ada laki2 lain yang bisa kamu nikahi? Mama malu denger omongan tetangga yang berpikir negatif tentang kamu. Lagi pula umur dia dengan mama nggak beda jauh, apa kamu nggak mikir?”

If you think it is silly to think the above things, maybe you’re right. But it does happen in real life!

Untuk alasan itulah Ivon datang, meminta pendapat gue sebagai seorang saudara tua, membantunya melihat dari berbagai sisi yang berbeda. Mungkin dari semua teman wanita yang gue punya, Ivon lah satu2nya orang yang tidak terbuai mimpi fantasy akan seorang pria. Dia bukanlah tipe gadis yang mudah larut dengan seuntai senyum seorang pria. Bahkan saat kami berdua berdiskusi, dia berkata “Aku takut, jika benar dia jodoh yang Allah berikan padaku, dan aku menolaknya hanya karena alasan yang tidak syar’i, tidak prinsip…, betapa piciknya aku memandang arti sebuah pendamping hidup.” Kalimat yang mungkin akan sulit untuk didengar dari wanita lain yang menghadapi masalah yang sama.

Beberapa hari setelah diskusi pertama kami, setelah dia berhasil memantapkan hati untuk melanjutkan proses pengenalan dengan pria dunia mayanya, dia kembali datang ke kelas gue. Kali ini, dengan air mata berderai. Bukan karena dia telah mendapatkan penolakan pertamanya dari keluarga atau lingkungan sekitar. Dia bahkan belum memulai perjalanannya, saat dia mengetahui bahwa sang pria tidak hanya jauh lebih tua darinya, tetapi juga mengalami cacat fisik. Pria itu terlahir cacat dengan satu kaki ….

Kenyataan itu tidak hanya membuat dia shock, tetapi juga gue sendiri. Mungkin jika itu terjadi langsung pada diri gue ini, gue akan lari …, memutuskan komunikasi…, tidak akan memperdulikannya …., melupakan semua …. Tapi gue tidak akan menyarankan dia untuk berbuat itu…, karena gue tau dia tidak akan berbuat seperti itu….

Setelah proses pemikiran yang panjang, kami sepakat bahwa tidak ada orang cacat di dunia ini, karena kami percaya Allah Maha Sempurna, dan semua ciptaan-Nya juga sempurna! Cacat, buruk, adalah penilaian manusia semata. Kitalah yang memberi label cacat pada makhluk yang memiliki keadaan berbeda dengan lainnya. Tanpa berfikir perbedaan yang mereka miliki sesungguhnya [bisa jadi] memberi nilai lebih untuknya dan orang disekeliling mereka.

Kami juga sepakat untuk menyerahkan semua pada Yang Kuasa. Gue meminta Ivon untuk bertanya langsung pada-Nya, Sang Pemilik Jawab, melalui sujud panjangnya. Karena kami sepakat, bukan karena rasa kasihan jika Ivon menerimanya. Dan bukan karena rasa jijik atau sombong jika Ivon menolaknya. Takkan pernah keluar kata2 dari mulutnya yang menyakiti perasaan pria itu. “Jika memang Allah menitipkan dia untukku, dan mengirim aku untuknya, aku ikhlas…, sungguh… bagaimanapun keadaannya. Bisa jadi dialah ladang amalku, pengangkat derajatku, pembuka pintu surga….” Kalimat yang sungguh indah dan tak mudah dikatakan….

Jawaban itu akhirnya di dapat. Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi umat terbaik-Nya yang selalu berprasangka baik akan kehendak-Nya. Karena kehendak Allah lah mereka diperkenalkan, dan karena Allah lah mereka dijauhkan. Akhir dari cerita ini tidak datang dari saran gue atau keputusan Ivon, tetapi dari sang pria…. Tak lama berselang, pria itu memutuskan untuk mundur. Entah apa penyebabnya, mungkin karena dia merasa tidak pantas untuk Ivon, atau takut membebani Ivon nantinya. Yang jelas, gue tau pasti Ivon tidak pernah membahas ‘keterbatasan’ fisiknya melalui email2 yang dia kirimnya.

Mungkin memang inilah yang terbaik bagi Ivon. Mungkin ini adalah bentuk ujian kecil bagi (hati) Ivon, dan bentuk pelajaran besar bagi kita semua tentang keikhlasan dan ketulusan hati. Semoga kita bisa bercermin darinya….